SULING! Warga Kampung Darek Resah soal Narkoba dan Teror, Kapolres Padangsidimpuan Turun Tangan
SULING! Warga Kampung Darek Resah soal Narkoba dan Teror, Kapolres Padangsidimpuan Turun Tangan
News
TEBING TINGGI I Sumut24.co Semangat memakmurkan masjid dan masyarakat di sekitarnya terus digaungkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut). Ini diharapkan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah hal utama untuk memakmurkan masjid adalah mandiri dalam pengelolaannya. Untuk bisa mandiri, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) perlu manajemen yang baik, kreatif dan tentunya sejalan dengan syariat Islam.
“Dalam pengelolaan masjid kita butuh semangat lebih, manajemen yang baik, profesional sehingga masjid bisa lebih mandiri terutama bidang keuangannya. Dengan begitu masjid bisa makmur dan kemudian memakmurkan masyarakat sekelilingya,” kata Musa Rajekshah, saat menjadi narasumber di forum silaturahmi masjid dan musala se-Kota Tebing Tinggi, Jumat (11/12) malam.
Pada acara forum silaturahmi yang diselenggarakan di Masjid Agung Kota Tebing Tinggi ini, Musa Rajekshah juga memberikan beberapa ide-ide dalam mengelola masjid. Ide tersebut antara lain membuat masjid nyaman, imam yang bagus, memiliki usaha sendiri dan sebagainya.
“Dalam pengelolaan masjid tentunya kita harus serius, masjid itu perlu kita buat nyaman. Jadi orang tidak segan-segan memberi infaq. Kotak infaq kita kasih besar lubangnya, kalau lubangnya kecil sulit orang mau masukkan duit yang banyak. Masjid juga boleh punya usaha sendiri seperti katering, penginapan yang tentunya dengan manajemen tertentu. Jadi, masjid kita bisa lebih mandiri,” tambah Musa Rajekshah.
Masjid se-Kota Tebing Tinggi telah memulai pengelolaan secara lebih mandiri. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tebing Tinggi membentuk arisan yang kini telah beranggotakan 120 masjid.
“Setiap masjid memberikan Rp200.000 per bulan dan nomor yang keluar itu ada empat. Keempat masjid tersebut masing-masing mendapat Rp5 juta, sisanya untuk kas. Ini kita lakukan untuk membantu kemakmuran masjid dan yang lebih utama silaturahmi antar BKM masjid yang ada di Tebing Tinggi,” kata Ketua DMI Tebing Tinggi Agus Khair usai acara.
Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan sangat mendukung kegiatan DMI Tebing Tinggi ini. Menurutnya dengan cara ini masjid-masjid di Kota Tebing Tinggi bisa makmur dan memakmurkan masyarakat di sekitarnya.
“Silaturahmi ini menjadi sarana bertukar informasi antar BKM. Kalau ada di masjid sana yang bagus bisa diinformasikan dan diaplikasikan di masjid yang lain. Ditambah lagi ada arisan yang tentunya sangat membantu pengelolaan masjid. Bila ini terus berjalan dengan baik, masjid-masjid di Tebing Tinggi pasti bisa makmur dan memakmurkan,” pungkas Umar.
Silaturahmi ini juga dihadiri Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima, Anggota DPRD Sumut Dhody Thahir, Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi Basyaruddin Nasution dan Asisten Umum dan Aset Pemprov Sumut Mhd Fitriyus. Selain itu juga hadir pengurus masjid dan musala se-Kota Tebing Tinggi serta tokoh agama dan masyarakat Kota Tebing Tinggi.(W03)
SULING! Warga Kampung Darek Resah soal Narkoba dan Teror, Kapolres Padangsidimpuan Turun Tangan
News
Mobil Mewah Tabrakan Beruntun di Jalan Sudirman, 3 Terluka
News
HUT ke67, MPC PP Kota Medan Gelar Turnamen Padel Hadirkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Kota
Berbagi Masker Disekolah,PT DNS Kebun Nagagar Peduli Kesehatan Peserta Didik
News
Polres Tapsel Ungkap Hasil OSN 2026! 8 Kasus Narkoba dan Sita 21 Kg Ganja Dibongkar
News
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA DEFORESTASI DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN KRIMINAL
Profil
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENIPUAN DIGITAL DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN KRIMINAL
Profil
sumut24.co MEDAN, Prof Dr MuryantoAmin S.Sos., M.Si yang juga Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) memimpin Ikatan Cendekiawan Muslim se
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pengurusan Surat Keterangan Ahli Waris gratis. Aparat kewilayahan yang
kota
sumut24.co MedanBantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk pengembalian uang rakyat kepada
kota