Diikuti 14 Kabupaten/Kota, Porsadin VII Sumut Jadi Ajang Unjuk Prestasi Santri
Diikuti 14 Kabupaten/Kota, Porsadin VII Sumut Jadi Ajang Unjuk Prestasi Santri
News
Belawan l Sumut 24.co Miskin dan sengsaranya kehidupan nelayan di pesisir Belawan adalah permasalahan kompleks yang harus dibenahi. Namun hingga kini keadaan tersebut tak pernah berubah dan selalu diabaikan. Sebut Khairudin Nasution alias Kadin, Tokoh masyarakat Belawan Minggu (8/11/2020)
Baca Juga:
Menurut Kadin, Mayoritas nelayan di pesisir Belawan tetap saja miskin, Hal ini disebabkan mata pencaharian mereka terkikis dengan rusaknya ekosistem alam kerena limbah industri serta perambahan hutan.
Contoh kecil yang menjadi rintangan para lembaga serta aktifis pembela kaum nelayan adalah persoalan limbah di hilir laut Belawan. Limbah industri yang mengalir dan mencemari lingkungan di kawasan perairan Belawan terlihat seakan menari-nari diatas penderitaan orang banyak.
Lanjut Kadin, Bukan itu saja, lahan pencaharian nelayan kecil hilang akibat banyak kawasan paluh yang ditumbuhi hutan mangrove dibabat dan ditutup pengusaha dan dijadikan kebun sawit.
Kami sangat menyesalkan, tak satu pun yang notabenenya pembela kaum nelayan berani menindak pembuat kesengsaraan nelayan itu.tegasnya. untuk itu diharapkan Gubernur Sumut Edi mau meninjau kelapangan melihat kompleksnya penderitaan kaum nelayan harapnya.
Terpisah, aktifis nelayan tradisional Rafai (45), penutupan paluh di kawasan hutan Mangrove mendekat laut Belawan telah lama berlangsung. Bahkan saat ini kegiatan itu semakin menjadi-jadi sehingga banyak hutan mangrove yang telah dijadikan perkebunan sawit.
“Dengan ditutupnya banyak hutan mangrove, saya tidak yakin kalau nelayan tradisional hidupnya bakal sejahtera,” kata Rafai saat menerima bantuan konversi BBM ke BBG kepada nelayan tradisional oleh Dirjen Migas, Komisi VII DPR RI, PT Pertamina di Kec. Hamparan Perak.
Di tempat lain, menapaki Titi Gantung Batam Ujung Tanjung, Lingkungan 15, Kampung Batam (Bagan Tambahan) Belawan, Penduduk Ujung Tanjung Kampung Batam Belawan mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan pinggiran.
Keseluruhan warga Kampung Batam Belawan masih memegang teguh adat istiadat dan aturan peninggalan para tetua disana. Sikap saling menghormati diperlihatkan antara yang tua dengan anak muda dan sebaliknya.
Menurut warga Ujung Tanjung Kampung Batam, May (27), hasil keseharian melaut suaminya Iyan hanya pas-pasan saja. Bahkan terkadang pernah tak ada membawa hasil sama sekali.
“Bang sekarang ini suamiku membawa uang hanya Rp 40 ribu ke rumah. Terkadang kami harus meminjam tetangga untuk beli susu si kecil,” kata May saat berbincang dengan awak media.
Sebagai tokoh nelayan yang dituakan di Belawan Khairudin Nasution alias Kadin, mengatakan,kalau dirinya sedari dahulu tegar dengan keadaan.
“Masyarakat di Kampung Batam ini haruslah tegar dalam segala hal. Selalu tebar kebaikan walau sesulit apapun. Itulah pesan tetua kita disini,” tutup Kadin. (Hari’S)
Diikuti 14 Kabupaten/Kota, Porsadin VII Sumut Jadi Ajang Unjuk Prestasi Santri
News
Medan sumut24.co Aparat gabungan mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jenis ketamine yang diangkut kapal tanker Global 168. Sebanyak
News
sumut24.co Medan, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., turut hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) perdana Asosiasi Wakil Kepala Daera
kota
Dorong Kemandirian Masyarakat, PTPN IV Regional I Salurkan Rp 417,6 Juta Bantuan TJSL Triwulan IIIMedansumut24.co PT Perkebunan Nusantara (
News
PB Pendawa Indonesia dan PT Bank Sumut Teken MoU, Siap Dorong UMKM Binaan Naik Kelas
News
Dua Anak di Desa Percut Keluar dari Stunting, Jelita Kader Harus Tetap Lakukan Pemantauan
News
Jabidi Ritonga LKP PKB Sumut Siapkan Instruktur Orientasi Politik, Perkuat Kader Hadapi Pemilu 2029
News
Musda ke IV Partai Golkar Palas Digelar 29 Oktober,Dihadiri Ketua DPD Golkar Sumut
News
Deli Serdang Dukung Penanaman 1.997 Bibit Pohon Lintas GenerasiPERCUT SEI TUAN &ndash Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung upaya peles
News
Biomassa Jadi Peluang Baru Penguatan Ekonomi Desa Deli Serdang
News