KPK Kembali Tahan 7 Tersangka Baru, Fee Proyek Diduga Mengalir hingga Miliaran Rupiah
KPK Kembali Tahan 7 Tersangka Baru, Fee Proyek Diduga Mengalir hingga Miliaran Rupiah
News
SERGAI I SUMUT24 Puluhan massa Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi Sumatera Utara (OMMBAK-Sumut), MD3, dan Gerakan Rakyat Sipil yang tergabung dalam Konsorsium Masyarakat Pedesaan Anti Korupsi (KOMPAK) kembali menggelar aksi di Kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergai).
Baca Juga:
Massa mendesak Pjs Bupati untuk mengusut tuntas terkait perjalanan Dinas Studi Banding 214 Kepala Desa (Kades) se Sergai ke Bandung, Selasa (3/11/2020).
Perwakilan massa aksi KOMPAK, Rozi Albanjari dalam orasinya menyebutkan, keberangkatan 214 Kades Sergai dalam rangkaian Studi Banding di Bandung, Jawa Barat, banyak menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat, apalagi dilakukan di tengah pandemi COVID-19.
“Perjalanan dinas keluar daerah akan berdampak membawa virus bagi kita yang ada di Sergai. Kononnya lagi Jawa Barat termasuk dalam zona hitam. Bahkan informasi hingga kini baru 21 Kepala Desa yang melakukan test swab,” kata Rozi.
Sambung Rozi, informasi yang diperoleh keberangkatan Kepala Desa ke Bandung justru tanpa sepengetahuan Kepala Dinas PMD Sergai dan Pjs Bupati Sergai.
“Bagaimana mungkin ini terjadi seorang Kepala Desa melakukan perjalanan dinas tanpa mengantongi surat perjalanan keberangkatannya. Belum lagi didapatkan informasi keberangkatan mereka istilahnya pakai uang dahulu,” pungkasnya.
Menyikapi tuntutan massa aksi KOMPAK Sergai Pjs Bupati Sergai Ir. Irman M.Si menyambut baik dan mengapresiasi serta mengucapkan selamat datang kepada massa aksi yang menyampaikan aspirasi tuntutan keberangkatan Studi Banding Kepala Desa di Bandung.
“Kami akan mempelajari, mengidentifikasi, meneliti sesuai dengan kewenangan kami. Tentunya kami melaksanakannya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku secara akuntabel dan transparan,” terangnya di hadapan massa.
Sebagai Pjs Bupati, Irman menyakinkan semua tentang sikap netralitas ASN. “Saya yakinkan sikap aparat netral, tugas kita bersama, tidak ada anak buah yang salah yang salah pemimpin, kita saling melengkapi bersinergi, memberikan sanksi, dengan pola-pola, upaya menetralitaskan ASN digaris netralitas sesuai koridor hukum hingga sampai hari ini tetap komit,” pungkasnya. (red)
KPK Kembali Tahan 7 Tersangka Baru, Fee Proyek Diduga Mengalir hingga Miliaran Rupiah
News
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) terus memperkuat transformasi digital pelayanan pelanggan melalui peluncuran New Aplikasi Pelayanan Pela
kota
sumut24.co ASAHAN, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Drs. Zainal Aripin Sinaga, M.H., memimpin pelaksanaan upacara peringatan Har
News
sumut24.co ASAHAN, Dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan desa mencuat di Kabupaten Asahan. Sejumlah Kepala Desa (Kades) kini sedang menj
News
sumut24.co ASAHAN, Lembaga Swadaya Masyarakat Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Sosial Pendukung Aspirasi Masyarakat (LSM DPP SSPAMA) Kabup
News
KH Marahalim Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di UNUSU bersama Ratusan Kader NU
News
MEDAN , Firma Hukum Budi Dharma selaku kuasa hukum PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berhasil mengawal peng
News
Polda Sumut Ungkap Penembakan di Tanjung Morawa, Dua Tersangka Diamankan 1 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
Polda Sumut Ungkap Kronologi Penembakan di Tanjung Morawa, Hingga Mobil Korban Tabrak Warga
News
Kapolda Sumut Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah, Ajak Bersama Jaga Kamtibmas dan Cegah Narkoba
News