Sabtu, 04 Juli 2026

Pemkab Toba Salurkan Bantuan Bibit Jagung Bagi 6000 KK Anggota Poktan

Administrator - Rabu, 30 September 2020 14:49 WIB
Pemkab Toba Salurkan Bantuan Bibit Jagung Bagi 6000 KK Anggota Poktan

 

Baca Juga:

Toba| SUMUT24.co Dana refocusing anggaran Pemerintah Kabupaten Toba yang salah satunya diperuntukkan pada prioritas dampak ekonomi mulai disalurkan dalam bentuk bantuan bibit jagung yang direncanakan untuk enam ribu kepala keluarga (KK) anggota kelompok tani.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Toba Sahat Manullang SP, menjelaskan, penyaluran bantuan bibit jagung dengan jenis Pioneer 32, dilakukan guna membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid dengan memprioritaskan anggota kelompok tani yang dinilai miskin. Hingga kini, diakui penyaluran bantuan yang sudah terlaksana belum maksimal.

“Bantuan bibit jagung dengan jenis Pioneer 32, ini kita pastikan bibit yang paling bagus sekarang, sudah kita salurkan di beberapa kecamatan, jadi masih sekitar 20 persen. Ini kan kontrak sudah ada, kalau yang ditunjuk itu punya uang cukup dan cepat seharusnya bisa diselesaikan pemerintah dalam 3 hari”, sebutnya dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (29/9) seraya berharap progres penyaluran bantuan dapat berjalan dengan baik sesuai rencana.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Toba Marsarasi Simanjuntak, sebelumnya menjelaskan, untuk pemulihan dampak ekonomi Covid ditampung di APBD sebesar 1,5 Miliar yang dikelola pada Dinas Pertanian bekerjasama dengan Dinas Ketahanan pangan.

“Saya selaku kepala dinas ketahan pangan membantu untuk mendata kelompok petani yang akan menerima bantuan jagung sebagai dampak ekonomi covid ini dan itu sudah selesai. Dinas pertanian sudah menyelesaikan tugasnya sampai dengan pengadaan”, jelasnya.

Di Kabupaten Toba, lanjutnya, sebanyak 6 ribu KK yang tersebar di 16 kecamatan terdata sebagai penerima bantuan, dimana masing-masing akan menerima sebanyak 2 kg bibit jagung dengan jenis Pioneer 32.

“Harapan kita kepada petani penerima bibit jagung, dengan bantuan bibit jagung sebanyak 2 kilo ini sudah bisa ditanami di lahan seluas 3 Rante, jadi diperhitungkan kalau petani mengurus dan menanam dengan bagus, hasilnya bisa 250 per Rante dikali 3 maka 750 kilo kali 3 ribu sampai 3.200 per kilo maka petani akan mendapatkan 2.400.000 dari program bantuan bibit jagung ini”, ungkapnya.

Ditanya mengapa memilih bantuan jagung, Marsarasi menjelaskan, budidaya jagung sudah membudaya di petani Toba dan juga didukung iklim tanah daerah itu sangat cocok untuk pertanaman jagung.

“Jadi memang kita memilih bantuan jenis jagung karena di masa pandemi Covid ini harga jagung normal, walau ada penurunan tapi tidak seperti komoditas pertanian lainnya seperti ubi yang anjlok harganya, kopi, kalau jagung di masa pandemi ini harganya bisa berkisar 2.900 hingga 3.200”, lanjutnya.

Selama 4 bulan masa tanam, disebutkan, pengawasan dari penyuluh pertanian akan tetap berjalan. Pemasaran jagung saat ini, diakui tidak ada kendala di perdagangan umum karena di Sumatera Utara sendiri ada beberapa pabrik pengolahan pakan ternak yang tentunya mampu menjadi sasaran utama dari produkai jagung yang ada di Sumatera Utara. (des)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ketua Umum PP TPI: Soliditas dan Integritas Kunci Mewujudkan Visi Lembaga Pendidikan Islam
Putri Ketua JMSI Sumut Rianto SH, MH Resmi Dipinang Fahdi Saidi Lubis
Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026 Piala Kapolda Sumut Ke-VII
Kapolda Sumut: Nugraha Sakanti Jadi Amanah, 359 Personel Naik Pangkat Diminta Tingkatkan Pengabdian
Kenakan Busana Adat Melayu, Wali Kota Tanjungbalai Semarakkan Karnaval Budaya Nusantara APEKSI XVIII
Kepala BKN RI Serahkan Penghargaan E-Kinerja Tertinggi kepada Wali Kota Tanjungbalai
komentar
beritaTerbaru