MEDAN I SUMUT24.CO
Program Lumbung Pangan (Food Estate) Pemerintah Republik Indonesia (RI) terus digenjot untuk mempercepat ketahanan pangan Indonesia. Ada dua daerah yang saat ini dipilih untuk menjadi kawasan food estate, pertama Kabupaten Pulau Pisau Kalimantan Tengah dan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga:
Sebagai langkah awal usai dilakukan survey investigation design (SID) dan detail engineering design (DED) oleh Kementerian Pertanian, ada 1.000 hektare lahan di Kabupaten Humbahas siap untuk menjadi kawasan food estate. Lahan tersebut seperempat dari total lahan (4.000 ha) yang disiapkan di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humabahas.
Menurut Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina, program ini akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani Sumut secara signifikan. Tidak hanya itu, program pemerintah pusat ini juga bakal mengarahkan petani menjadi petani yang lebih modern.
“Kita tentu sangat menyambut baik program ini, karena tentu akan meningkatkan perekonomian kita dan juga kesejahteraan petani terutama di sekitar Humbahas. Ini juga sejalan dengan misi Gubernur Sumut yang salah satu prioritasnya adalah pertanian. Kita sangat beruntung dari banyak daerah di Indonesia, Humbahas dipilih untuk pengembangan food estate,†kata Sabrina usai rapat secara virtual dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumut, Jalan Teuku Daud Medan, Selasa (18/8).
Humbahas rencananya akan dijadikan food estate untuk hortikultura, yaitu bawang merah, bawang putih dan kentang. Lahan 4.000 ha yang direncanakan untuk pengembangan ketiga tanaman tersebut terpecah menjadi 9 blok yaitu Blok Parsingguran 1, 2 dan 3, Blok Ria-Ria 1 dan 2, Blok Pandumaan, Blok Si Batu-Batu dan Blok Pansur Batu 1 dan 2.
Pengelolaan kawasan ini akan dilakukan secara modern dengan teknologi pertanian untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga pembangunan di Humbahas akan sangat pesat seperti jalan, jaringan komunikasi, listrik, alat pertanian dan lainnya. Selain itu juga dilakukan pelatihan-pelatihan kepada petani untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai teknologi pertanian.
“Bila ada kawasan khusus seperti itu, sudah tentu akan ada pembangunan jalan, telekomomunikasi, listrik dan juga tentu teknologi-teknologi pertanian terkemuka. Dan yang paling kita syukuri tentu petani-petani kita di sana nantinya akan dilatih untuk menjadi petani yang modern. Hasil pertaniannya untuk ketahanan pangan kita dan bila lebih kita ekspor. Ini sangat menguntungkan,†kata Sabrina.(W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News