Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24
Puluhan massa aksi dari elemen Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB. ALAMP AKSI) demo di depan kantor Mapolda Sumut jalan SM Raja Medan, Kamis (16/7). Mahasiswa meminta agar Kapoldasu agar mengusut tuntas dugaan korupsi proyek di Kampus Akpar Medan.
Ketua Umum Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB Alamp Aksi) Sumut Eka Armada Danu Saptala dalam aksi tersebut mengatakan, “Virus Korupsi†diduga telah menular di Akademi Pariwisata (AKPAR) Medan.
Diduga beberapa proyek yang ada di AKPAR Medan dikerjakan tidak sesuai dengan bestek yang di anggarkan. Diduga adanya pengkonsian pemenang pada beberapa item proyek yang ada di AKPAR Medan.
“Kuat dugaan kami bahwa telah terjadi “konspirasi†antara Pimpinan AKPAR Medan, PPK dan Rekanan yang bertujuan untuk memperkaya diri dan atau kelompok semata sehingga dikhawatirkan akan mengarah pada kerugian keuangan Negara,” ujar Eka Armada Danu Saptala.
“Ada pun beberapa item proyek yang dimaksud yaitu, Dugaan korupsi pada proyek Pengecoran Jalan Sekitar Area Dome di Akademi Pariwisata Medan dengan pagu anggaran sebesar Rp.0 900.000.000,00 yang bersumber dari APBN Tahun 2017; Dugaan korupsi pada proyek Indoor Sport Center dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.497.945.000,00 yang bersumber dari APBN Tahun 2019; Dugaan korupsi pada proyek Pembangunan Gedung Kelas dengan pagu anggaran sebesar Rp.58.405.981.000,00 yang bersumber dari APBN 2019; dan Dugaan korupsi pada proyek Instalasi Ulang Jaringan Listrik dengan pagu Anggaran sebesar Rp.2.713.560.000,00 yang bersumber dari APBN 2019, sehingga total lebih kurang Rp 64 Miliar,” rinci Eka Armada Danu Saptala.
Ditambahkan Ismuddin Bancin, S.H Koordinator Lapangan dan Faqih Muwahid, S.H Koordinator Aksi menegaskan, tidak cukup sampai disitu, “Virus Korupsi†juga diduga telah menulari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba.
Adanya dugaan korupsi dan pengkondisian pemenang pada proyek Pembangunan Gedung Toursm Information Center (ITC) dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.584.920.000,00 yang bersumber dari APBN 2019.
“Diduga proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan bestek yang dianggarkan. Sehingga kuat dugaan kami bahwa telah terjadi “konspirasi†antara Pimpinan AKPAR Medan, PPK dan Rekanan yang bertujuan untuk memperkaya diri dan atau kelompok semata. Sehingga dikhawatirkan akan mengarah pada kerugian keuangan Negara,” tegas Ismuddin Bancin.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka kami dari Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB. ALAMP AKSI) meminta, “Segera copot Pimpinan Akademi Pariwisata Medan; Mendesak Poldasu dan Kejatisu agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi serta pengkondisian pemenang pada beberapa item proyek di Akademi Pariwisata Medan yang kami sebutkan di atas; Mendesak Poldasu dan Kejatisu agar segera menangkap dan memenjarakan Pimpinan Akademi Pariwisata Medan, PPK beserta rekanan terkait dugaan korupsi yang kami sebutkan di atas; Segera copot Pimpinan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba; Mendesak Poldasu dan Kejatisu agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi serta pengkondisian pemenang proyek di Badan Pelaksana Otorita Danau Toba yang kami sebutkan di atas; dan Mendesak Poldasu dan Kejatisu agar segera menangkap dan memenjarakan Pimpinan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, PPK beserta rekanan terkait dugaan korupsi yang kami sebutkan di atas,” tegasnya.
Setelah berorasi di depan Mapoldasu, PB Alamp Aksi meninggalkan gedung tersebut dengan tertib. (rel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News