Kamis, 02 Juli 2026

Mendagri Beri Tenggat Waktu Pencairan NPHD Paling Lambat Minggu Depan

Administrator - Jumat, 03 Juli 2020 13:17 WIB
Mendagri Beri Tenggat Waktu Pencairan NPHD Paling Lambat Minggu Depan

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co Mendagri Tito Karnavian menyampaikan saat ini hanya sebagian kecil daerah di Sumut yang belum mencairkan NPHD untuk KPUD, Bawaslu dan petugas keamanan, seperti Mandailing Natal dan Samosir. Walau begitu usai Rakor yang dihadiri 23 kepala daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada berkomitmen untuk segera merealisasikan NPHD, ucapnya saat Rakor Kesiapan Pelaksaan Pilkada Serentak Tahun 2020, di Grand Aston City Hall, Jalan Balai Kota Nomor 1, Medan, Jumat (3/7),

 

“Sebelum ke sini, Saya langsung berkoordinasi dengan Pak Edy (Gubernur Sumut) lewat telepon terkait ‘rapor merah’ ini dan langsung direspons beliau. Pak Edy langsung koordinasi dengan kepala-kepala daerah dan hasilnya langsung terlihat,” kata Tito, saat memberikan sambutan.

 

Tito mengingatkan kepala daerah agar menyelesaikan pencairan NPHD paling lambat minggu depan. Hal ini dikarenakan 15 Juli 2020, petugas KPUD mulai pemutakhiran data yang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

 

“Pemda yang realisasinya belum 100% paling lambat minggu depan untuk pencairan, karena 15 Juli sudah mulai pemutakhiran data door to door. Dan kabar baiknya Madina dan Samosir berkomitmen menyelesaikannya 7 Juli. Ini untuk pengamanan, operasional dan proteksi petugas KPUD terhadap Covid-19,” pungkas Tito.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bapenda Sumut Luncurkan "GASKEN": Interaksi Langsung dan Hadirkan Beragam Kemudahan Pajak Kendaraan
Abai Siapkan Tiket Pulang, Biro Kesra Abu Kosim Dipersalahkan Bobby Nasution
Tak berkutik, MA seorang Pria dibekuk Polsek Pantai Labu karena simpan Sabu
Wabup Pakpak Bharat Hadiri HUT Bhayangkara Ke 80
Siang Ini, 55 Ruas Jalan Protokol di Medan Ditutup Total Imbas Colorful Medan Carnival 2026
Tobat Ekologis dari Kampus: Membaca Darurat Sampah Indonesia
komentar
beritaTerbaru