Sabtu, 04 April 2026

Dana Refocusing Sebesar Rp 15 Milyar Belum Terealisasi, Penyerahan Bantuan Rentan Dijadikan Pencitraan

Administrator - Jumat, 01 Mei 2020 14:12 WIB
Dana Refocusing Sebesar Rp 15 Milyar Belum Terealisasi, Penyerahan Bantuan Rentan Dijadikan Pencitraan
Dana Refocusing Sebesar Rp 15 Milyar Belum Terealisasi, Penyerahan Bantuan Rentan Dijadikan Pencitraan SERDANG BEDAGAI | SUMUT24 Hingga saat ini, dana Refocusing sebesar 15 Milyar yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) untuk percepatan penanganan corona virus desease atau covid- 19 belum juga terealisasi untuk peruntukannya. Padahal, Pemkab Sergai terus memangkas anggaran di berbagai dinas maupun kegiatan untuk refocusing tahap dua yang diperuntukan untuk defisit anggaran. Sedangkan pembahasan recofusing untuk tahap pertama, hingga kini peruntukan belum jelas kemana arahnya. Bupati Sergai Ir. H. Soekirman selaku ketua gugus tugas percepatan penanganan covid- 19 kepada wartawan di posko gugus tugas, senin (27/4/2020) mengatakan, bahwa anggaran refocusing tahap pertama sebesar 15 M masih dalam pembahasan dengan alasan anggaran tersebut harus digunakan sesuai peruntukannya tanpa memberi kejelasan kapan akan di salurkan dan kemana saja akan di gunakan. Menyikapi hal ini, Kadis Kominfo Sergai Drs Akmal M.Si selaku juru bicara gugus tugas kepada wartawan membenarkan akan adanya pemotongan anggaran di dinas Kominfo tersebut termasuk anggaran Publikasi untuk media dengan alasan dana tersebut digunakan untuk Refocusing tahap kedua. Tidak hanya itu, Akmal juga menjelaskan, pemotongan tersebut tidak hanya kepada dana publikasi untuk media, namun dana safari ramadhan yang setiap tahunnya diadakan juga dialih ke Refocusing tersebut. Terpisah, terkait banyaknya dana yang dialihkan tersebut, Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Sergai Benhard Sihotang kepada Sumut24, kamis (30/4/2020) mengatakan, mencium aroma politis dari anggaran refocusing sebesar 15 M tersebut. Hal itu disebabkan lambannya terealisasi anggaran 15 Milyar tersebut. Apalagi hingga saat ini, Pemkab masih terus melakukan pembahasan pembahasan dari tahap I hingga tahap II namun belum juga ada kejelasan peruntukannya. “Jangan jadikan ajang ini sebagai pencitraan. Rakyat sudah lapar, himbauan pemerintah itu membuat ekonomi di Sergai kian lemah,” ujar Benhard Sihotang. Dikatakan Benhard, aksi-aksi Pemkab Sergai dengan memberikan sembako itu menjadi hal menakutkan bagi masyarakat bahwa Sergai yang mungkin dalam terancam krisis pangan. Padahal bantuan itu dari pengusaha bukan dari Pemkab Sergai. “Kemana anggaran 15 Milyar itu. Dampak covid-19 ini bukan baru satu atau dua hari, namun sudah tiga bulan lebih. Seharusnya Pemkab Sergai sudah menginformasikan kemana arah anggaran 15 M itu, jangan di tutupi, apa harus menunggu rakyat mati, “tegas Benhard.(Bdi)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Sekda Madina Afrizal Nasution Minta ASN Tingkatkan Disiplin
59 Pejabat Dilantik Sekaligus! Bupati Madina Saipullah Nasution Kirim Pesan Tegas ke ASN
Kelistrikan Dibahas Serius, PLN dan Pemkab Madina Sepakat Sinkronkan Data Lampu Jalan
komentar
beritaTerbaru