Jumat, 03 April 2026

Ujian Bagi Pemimpin"

Administrator - Rabu, 22 April 2020 06:31 WIB
Ujian Bagi Pemimpin

“Ujian Bagi Pemimpin”

Baca Juga:

Oleh : Hasan Basri Siregar

Seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya di dalam suatu organisasi membutuhkan banyak hal yang penting, salah satunya yaitu  kecerdasan…….. Kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami, mengidentifikasi, dan berhasil mengelola emosi dalam diri dan orang lain.

Sekarang ini terkait merebaknya virus Covid 19 disentero negeri maupun dunia, ada beberapa pengkritisi dengan penilaian para pemimpin bagaimana mereka melihat, mendengar,menyapa dan mengambil kebijakan. Selanjutnya keputusan apa yang di ambilnya, setelah melakukan peninjauan langsung di tengah- tengah lapisan masyarakat yang terdampak.

Salah seorang penulis dalam kritikan nya ( tanpa menyebut nama) dikatakan bahwa para stekholder ada yang mengambil keputusan seperti orang ” Mengigau”. Diuraikannya juga mengigau yang dimaksud itu adalah gambaran pemimpin yang Ngawur alias berbicara asal keluar tanpa ada perhitungan yang cermat.

Begitu juga dengan kritisi lainnya, ( yang tak bisa disebut satu persatu) Intinya dalam tulisannya ” para pemimpin sekarang, inilah saatnya teruji, apakah mereka bertindak dengan kedunguannya atau dengan kecerdasannya.

Melihat fenomena tersebut, antara para kritisi dan pemimpin. Tak ubahnya kita lihat hukum sebab akibat. ” Ada api tentu ada asap”. Hanya sebatas mengingatkan aja bukan dengan solusi jalan keluarnya.

Tiori sederhana agar mudah kita pahami adalah berkaca pada ” Lampu”. Sebuah lampu pijar tak akan bisa serta merta hidup terang, tanpa ada hubungan negatif dan positif yang tersambung untuk saling mendekati melalui kabel ( Wayar).

Oleh karenanya, secerdas apapun pemimpin dan setajam apapun pengkritik, kalau tak ada alat penyambung sebagaimana wayar itu, apa yang diangkat dalam “Topik Masalah” tak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Pemimpin yang baik adalah yang mau mendengarkan keluh kesah masyarakat kemudian menerapkannya demi kepentingan rakyat banyak, bukan mendengar kepentingan dirinya, kolega dan golongan.

Apa yang di sampaikan Abu Bakar RA, Sang fenomenal, ketika menggantikan suksesi setelah meninggal Nabi Muhammad SAW di atas podium pertamanya, patut untuk kita simak. Seperti katanya berikut ini di masa Kekhalifahan.

“Saudara-saudara, hari ini kalian telah mempercayakan kepada saya sebagai pemimpin kalian meski saya bukanlah yang terbaik di antara kalian. jika saya bertindak benar, bantulah, tetapi jika saya bertindak salah luruskanlah. Kejujuran adalah kepercayaan dan kebohongan adalah penghianatan.

Orang-orang yang lemah di antara kalian, akan menjadi kuat di mata saya. saya akan memberikan hak mereka, insya Allah. Orang-orang yang kuat di mata kalian, adalah lemah di mata saya, saya akan mengambil hak-hak mereka, insya Allah.***.

#penulis adalah Wartawan Harian SUMUT24

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PAC PKN Medan Marelan Minta Usut Izin PBG Bangunan Cafe Psr I Tanah Enam Ratus
Pemilihan Berlangsung Kondusif, Yusnar Resmi Nahkodai Wartawan Mitra Humas Polres Sergai
Polresta Deli Serdang Hadir Dalam Pelaksanaan Jumat Agung, Pastikan Pelaksaan Ibadah Aman Dan Kyusuk
Pembatasan Pemakaian Gadget bagi Anak: Investasi Negara dalam Membangun Generasi Sehat dan Produktif
Respons Cepat Call Centre 110 Polres Asahan, Kebakaran Gudang Mobil di Kisaran Barat Berhasil Dikendalikan
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
komentar
beritaTerbaru