Rabu, 01 Juli 2026

Orangtua Bisa Jadi Guru untuk Anak Cegah Corona

Administrator - Senin, 30 Maret 2020 12:53 WIB
Orangtua Bisa Jadi Guru untuk Anak Cegah Corona

Orangtua Bisa Jadi Guru untuk Anak Cegah Corona

Baca Juga:

Pencegahan COVID-19 terpaksa membuat banyak anak yang harus belajar dan beraktivitas di rumah. Namun, bukan berarti kegiatan di situasi semacam ini harus dijalani dengan membosankan.

Orangtua tetap punya peran untuk mendukung kegiatan belajar dan beraktivitas anak meski sedang di rumah. Bahkan, situasi ini bisa jadi waktu yang tepat untuk mencari kegiatan baru.

“Yang selama ini punya anak remaja pergi terus jadi di rumah. Mungkin kita bisa mencari aktivitas baru,” kata psikolog Emeldah dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dalam konferensi persnya di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Minggu kemarin, ditulis Senin (30/3/2020).

Emeldah memberikan contoh, apabila anak suka bermain robot-robotan, tidak ada salahnya orangtua ikut bermain, sekadar menemani, atau turut mendukung hobinya.

“Jadi kita menjadi ibu dan bapak guru juga di rumah,” tambahnya.

Tetap Positif dan Produktif

Ketua Aliansi Telemedis Indonesia dokter Pumawan mengatakan, berada di rumah juga berarti lebih banyak waktu untuk melakukan hobi atau aktivitas yang disukai. Cara ini juga bisa jadi salah satu strategi agar tetap positif dan produktif dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Istri saya hobi masak, anak saya juga hobi. Coba menu-menu baru, bereksperimen. Yang dulu tidak pernah dicoba sekarang kan kita punya banyak waktu,” kata Pumawan dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, penting untuk tetap berpikir positif serta tetap menjalankan kegiatan di rumah yang aktif dan produktif.

“Banyak hal yang bisa dilakukan di rumah. Saya misalnya menanam pohon, menanam tanaman di pekarangan. Orang bisa mengambil kesempatan untuk usaha online,” katanya.

Anda juga bisa membersihkan rumah yang seringkali ditinggal karena bekerja atau melakukan olahraga yang bisa dilakukan di rumah paling tidak 30 menit sehari.

“Yang penting juga berjemur. Kita usahakan yang jam 10 sampai jam 3 (sore). Cukup 15 menit. Bukan untuk mematikan virus tapi untuk meningkatkan daya tahan,” kata Pumawan. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tanpa Izin dan Tanpa Tempat Penyimpanan, Pengelolaan Limbah Medis di Puskesmas Asahan Terancam Pidana, Diminta Penegak Hukum Turun Tangan
Sambut Tim Pemantau TP PKK Provinsi, Kabupaten Asahan Tampilkan Prestasi dan Kekuatan Program di Tingkat Desa
1.266 Hektar HTR di Asahan Disulap Jadi Kebun Sawit, Ketua Koperasi Tani Mandiri Bantah Jual Beli Lahan, Ratusan Hektar Milik R Sinaga
BNCT Apresiasi Kontribusi CMA dalam Mendukung Pertumbuhan Arus Peti Kemas di Belawan
Penyambutan di Kualanamu Jadi Simbol Penguatan Hubungan LMP Sumut dan Sulawesi Selatan
BNCT dan Goodrich Asia Indonesia Perkuat Dialog Bisnis untuk Mendukung Pengembangan Layanan Terminal
komentar
beritaTerbaru