Rabu, 01 April 2026

PARIWISATA HALAL (2)

Administrator - Kamis, 13 Februari 2020 15:24 WIB
PARIWISATA HALAL (2)

Oleh : Shohibul Anshor Siregar

Baca Juga:

Dengan pertumbuhan kelas menengah dan pendapatan yang semakin meningkat, banyak negara (Muslim atau tidak) ingin menarik perhatian para pelancong ini. Malaysia, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Turki adalah beberapa destinasi Muslim terkemuka. Tetapi banyak negara tidak mau ketinggalan dari peluang menggantang rezeki besar ini. Singapura, Thailand, dan Inggris Raya adalah beberapa dari destinasi non-Islam atau non OKI (Organisasi Konferensi Islam) teratas saat ini. Memang penduduk negara ini mayoritas Budha, meskipun dengan populasi Muslim yang cukup besar di selatan, tetapi suka atau tidak suka Thailand telah terbukti menjadi tujuan populer bagi umat Islam, terutama dari Indonesia, yang mencari liburan yang terjangkau dan makanan di negeri itu. Sedangkan untuk Inggris, pengeluaran Muslim diperkirakan akan meningkat menjadi US $ 4,1 miliar pada tahun 2020 meskipun telah terjadi lonjakan serangan Islamofobia setelah serangan teror baru-baru ini di London dan Manchester. Wisata ‘halal’ adalah segmen pasar yang berkembang pesat, dengan turis Muslim pencari tujuan yang memenuhi kebutuhan mereka, dalam hal makanan, pakaian, atau ritual. Apa sih wisata halal itu? Diterjemahkan dari bahasa Arab, ‘halal’ berarti “diizinkan” sesuai dengan ajaran Islam. Alkohol, daging babi, ketelanjangan, dan judi adalah hal-hal terlarang. Hahal itu mengusung konsep tidak sebatas dibolehkan, namun syariah merewardnya berpahala jika dikerjakan. Sebaliknya yang haram adalah hal-hal terlarang bagi Islam yang jika dikerjakan akan mengundang dosa. Halal adalah konsep dan terminologi hukum fiqh (Islam) yang menyangkut hidup dan pengabdian sehari-hari pemeluknya yang di Indonesia mereka menduduki posisi mayoritas. Saat kemerdekaan jumlah mereka sekitar 95 %, dan menurut Sensus Penduduk 2010, hanya dalam kurun 65 tahun saja, telah mengalami penyusutan menjadi sekitar 87 %. Terlalu banyak variable yang harus dihitung untuk proyeksi persentase itu untuk tahun-tahun mendatang di Indonesia.

Penulis adalah dosen FISIP UMSU. Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (‘nBASIS)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Indonesia Minta PBB Investigasi Serangan yang Tewaskan 3 Prajurit TNI, Dubes Umar Hadi: Kami Tidak Butuh Alasan dari Israel
Pemko Medan Terima Audiensi Dana Pensiun Pegawai PT Bank Sumut, Singgung Pemanfaatan Lahan RTH
Wabup Pakpak Bharat Resmi Membuka Musrenbang
Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal
Kabur Antar Provinsi, Pelaku Pembobolan Toko Akhirnya Ditangkap Polres Padang Lawas
komentar
beritaTerbaru