RAMADHAN KE-20, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN DAN SEMBAKO UNTUK YATIM, DUAFA DAN PEDAGANG KECIL
RAMADHAN KE20, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN DAN SEMBAKO UNTUK YATIM, DUAFA DAN PEDAGANG KECIL
kota
KISARAN | SUMUT24 Puluhan para pedagang Pasar Inpres Kisaran kecewa dengan keputusan Dinas Tata Kota Asahan yang membagikan nomor kios yang baru secara mendadak tanpa sosialisasi sebelumnya di gedung serbaguna kisaran, Rabu kemarin.
Baca Juga:
Sebagian besar para pedangang menuding lapak kios strategis lebih banyak dikuasai oleh oknum pengurus asosiasi pedagang yang bekerjasama dengan pihak dinas terkait.
Hal tersebut disampaikan para pedagang yang menamakan dirinya Forum Keadilan Pedagang Pasar Inpres Kisaran (KPPIK) saat menggelar pertemuan dan jumpa pers di Jalan Sisingamangaraja. Melalui perwakilannya, Syamsul Rizal Lubis, Fahrul Simangunsong, Khairul Rais dan Rudi Situngkir kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan terus berjuang menuntut keadilan jatah pembagian kios tersebut.
Dalam pertemuan melalui pernyataan sikap yang ditulis, mereka juga menyatakan ketidakpercayaannya terhadap dua kepengurusan asosiasi pedagang yakni APIK dan P3IK yang dinilai tidak mampu mencari solusi terbaik dan seadil adilnya dalam pembagian kios yang ditetapkan oleh Dinas Tata Kota.
“Karena itu, kami para pemilik kios yang dalam hal ini merasa dirugikan mengumpulkan tandatangan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan dua asosiasi yang ada dan meminta Bupati Asahan ikut turun membantu kami,†pinta Rizal perwakilan dari forum keadilan pedagang pasar inpres.
Padahal, menurut mereka sudah ada kesepakatan sebelumnya antara pedagang dan pengurus asosiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Tata Kota, dalam sejumlah rapat yang digelar agar pembagian kios tersebut dilaksanakan dengan sistim undian terbuka dan dikelompokkan sesuai dengan jenis dagangannya.
Sehari setelah pembagian nomor kios para pedagang ini juga telah menyampaikan keluhan mereka langsung ke Komisi A di DPRD Asahan. Wakil ketua komisi melalui Ebenejer Sitorus mengatakan berjanji akan memanggil Dinas Tata Kota dan ketua asosiasi pedagang untuk mendengarkan langsung kronologis mekanisme pembagian pasar inpres yang baru dibangun tersebut.
Senada, Fahrul Simangunsong anggota forum keadilan pedagang juga menyampaikan dan meminta dalam hal ini Dinas Tata Kota agar segera membatalkan pembagian nomor kios sebelumnya. Sebab menurutnya janji pemerintah untuk penempatan kios bekas korban kebakaran pasar inpres diprioritaskan untuk 403 kios yang lama, menyusul banyaknya informasi yang beredar beberapa kios baru di pasar inpres Kisaran tersebut telah diperjual belikan.
“Dalam hal ini, kami tetap pada komitmen kami sebelumnya yakni Dinas Tata Kota membatalkan hasil pembagian nomor kios yang dibagikan di GOR dan meminta sistim undian secara terbuka agar semuanya adil, namun kenyataannya berbeda seperti ada kong kali kong dibelakang layar,” kata mereka. (teci )
RAMADHAN KE20, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SANTUNAN DAN SEMBAKO UNTUK YATIM, DUAFA DAN PEDAGANG KECIL
kota
sumut24.co ASAHAN, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kunjungan observasi ke Kabupaten Asahan dalam rangka penilaian sebagai calo
News
Tim 1 Safari Ramadhan di Masjid Nurul Dakwah Sawah Sudut di Pimpin &lrmBupati Solok.
kota
Wakil Bupati Solok Pimpin Safari Ramadhan di Masjid Nurul Iman Bancah Laweh
kota
Pengawasan Ketat! Polres Tapsel Gelar Pengecekan Senpi Dinas yang Dipakai Personel
kota
Jembatan Garuda Diresmikan di Padang Lawas Utara, Perkuat Akses Desa dan Dorong Ekonomi Warga
kota
Paripurna HUT Madina ke27 Digelar, Bupati Saipullah Soroti IPM Naik dan Pengangguran Turun
kota
Resmi! Pemkab Padang Lawas Gandeng Tirtanadi Kelola Air Minum, Bupati Putra Mahkota Alam Teken Kerja Sama
kota
Pemko Padangsidimpuan Siapkan 20 Hektare Lahan untuk Hunian Tetap 1.200 KK Korban Bencana
kota
Penuh Nuansa Religius, HUT ke27 Mandailing Natal Diisi Khataman AlQur&rsquoan dan Zikir Bersama
kota