Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24 Pertamina bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BPP Mektan) Kementerian Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Deliserdang, menggelar program lanjutan Pelatihan Teknologi Produk Olahan Cabai kepada petani cabai binaan Pertamina di Kabupaten Deliserdang.
Kegiatan yang mengusung tema #MoveOnUKM ini dihelat selama tiga hari, sejak Rabu (13/11) hingga Jumat (15/11) di Stasiun Terminal Agribis, Kabupaten Deliserdang.
Pelatihan diikuti 16 orang petani cabai anggota kelompok Juli Tani binaan Pertamina dengan pelatih dari BPP Mektan mengajarkan penerapan teknologi penggunaan mesin penggiling, pengering dan penepung cabai.
Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo, mengatakan, pelatihan ini merupakan program lanjutan.
“Juli lalu, kami mengadakan pelatihan pengolahan cabai menjadi produk unggulan. Namun masih manual dan skala rumah tangga. Pelatihan lanjutan ini, menggunakan mesin sehingga bisa meningkatkan produksi produk olahan cabai,” kata Roby, Senin (18/11).
Dengan mesin penggiling, pengering dan penepung cabai ciptaan BPP Mektan, petani cabai mampu mengolah 20 kg cabai basah menjadi 3,1 kg bubuk cabai kering. Produk bubuk cabai ini sepenuhnya organik tanpa bahan pengawet dan mampu bertahan hingga 12 bulan.
Menurut DR. Ir. Harsono, M.P. selaku Perekayasa Madya BPP Mektan, Pelatihan kali ini lebih mengarah ke penerapan teknologi, dikarenakan nantinya akan mempermudah proses kerja petani cabai. “Pelatihan yang diajarkan oleh BPP Mektan mengenai Revolusi Industri 4.0 di bidang pertanian,” ucapnya.
Sementara itu Kabag Perekonomian Deliserdang, Putra Jaya Manalu, menyampaikan apresiasinya pada pihak-pihak yang memiliki kepedulian pada kemajuan petani. “Bapak ibu kelompok Juli tani harus memanfaatkan bentuk kepedulian ini dengan terus berinovasi. Jadilah petani dan pengusaha, dari hulu hingga hilir. Menghasilkan produk bernilai tambah,” pesannya.
Konsep pengembangan pertanian yang mulai dikembangkan pada saat ini adalah pertanian cerdas, juga disebut Smart Faming atau Precision agriculture. “Dunia saat ini telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan penggunaan mesin-mesin. Untuk itu SDM petani Indonesia harus disiapkan mulai dari sekarang,” kata Roby.
Susi, salah satu peserta pelatihan mengucapkan terima kasih kepada Pertamina. “Kami berterima kasih kepada Pertamina karena mendukung petani untuk mengolah cabai. Kami juga bersyukur bisa bergabung sebagai mitra binaan Pertaminaâ€, kata Susi. (C04)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota