Minggu, 05 April 2026

Rakornas PKBSI Mendukung Indonesia Visit 2045

Administrator - Senin, 11 November 2019 16:02 WIB
Rakornas PKBSI Mendukung Indonesia Visit 2045

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24

Penyempurnaan berbagai program menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi (Rakornas) Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) digelar di Safari Lagoi, Bintan dan Singapore Zoo, 29 Oktober-2 November 2019.

Kegiatan itu sendiri diikuti sedikitnya 50 lembaga konservasi satwa baik pengelola kebun binatang dan safari se-Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 120 orang.

Ketua Umum PKBSI, DR H Rahmat Shah mengatakan, Rakornas ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi pengalaman yang baik sehingga kedepannya terjaga kelestarian satwa, kebun binatang dan safari menjadi konservasi benteng terakhir satwa endemik Indonesia.

PKBSI juga menggelar pelatihan “bird husbandry in captivity” kepada anggotanya dengan menghadirkan instruktur ahli bertaraf international.

Rahmat Shah turut mengapresiasi pelaksanaan rakornas di Safari Lagoi tersebut. Para peserta dapat melihat binatang yang terbilang lengkap dan baru di kawasan konservasi satwa satu-satunya di Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan Rakornas juga berlanjut ke Singapura dengan agenda study banding ke Singapore Zoo sebagai salah satu Zoo yang terbaik di Asia.

Para peserta menerima paparan dari salah satu dokter hewan Singapore Zoo tentang cara pengelolaan satwa dan melihat kondisi satwa2 koleksi Singapore Zoo serta sarana dan prasarana yang berstandar international.

Dalam konferensi persnya di Bintan, Rahmat Shah yang didampingi Sekjen PKBSI, Tony Sumampau menambahkan, dalam kesempatan ini PKBSI mendeklarasikan kesepakatan, dimana semua anggota diharapkan menyukseskan apa yang menjadi program Presiden Joko Widodo.

“Yang menegaskan harus memangkas birokrasi dalam pengurusan perizinan dan pengelolaan lembaga safari hingga pemindahan satwa atau tukar menukar satwa diharapkan berjalan mulus,” katanya.

Janji itu disampaikan Presiden Jokowi saat menerima jajaran Dewan Pengurus PKBSI, lima tahun lalu. Pada kesempatan itu, para anggota PKBSI mengeluhkan proses perijinan masih menjadi kendala utama. Tidak terdapat standar yang pasti. Baik menyangkut biaya dan tata waktu.

Padahal, Lembaga Konservasi bersifat multi fungsi. Ada peran konservasi, edukasi, riset hingga rekreasi berbasis kehati.

PKBSI juga menyayangkan kinerja Lembaga Konservasi pelat merah alias milik pemerintah serta kian langkanya keberadaan burung kicau di habitat alaminya.

Respon Presiden pun di luar dugaan. Secara spontan dan eksplisit Presiden langsung menyampaikan komitmennya. Bahwa, setiap tahun akan membantu Lembaga Konservasi pelat merah untuk meningkatkan sarana prasarana serta mutu dan profesionalimenya pengelolaannya.

PKBSI diminta membantu meredesign Lembaga Konservsi pelat merah.

Menindaklanjutinya, Rakornas tersebut menghasilkan nawabhakti sebagai bentuk pengabdian PKBSI dalam mewujudkan lembaga konservasi yang kuat dan mandiri untuk mendukung pemerintah Indonesia Visit 2045. (R03/rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Hadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU
Peringatan Hari Ginjal Sedunia, Pemko Medan Perkuat Layanan dan Fasilitas RSUD Dr. Pirngadi
Gugur dalam Tugas Mulia, Tiga Prajurit TNI Jadi Korban Misi Perdamaian di Lebanon
Tragis! Becak Motor Tabrakan dengan Bus ALS di Padangsidimpuan, Satu Nyawa Melayang
22 Paket Sabu Disembunyikan di Rerumputan, Dua Pria di Portibi Berakhir di Tangan Polres Tapanuli Selatan
Sambut Kenaikan Isa Almasih, Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Asmat Gotong Royong Bersihkan Gereja di Kampung Binam
komentar
beritaTerbaru