Sabtu, 27 Juni 2026

Buka Kegiatan Fasilitasi Forum Puspa, Sabrina Sebut Perempuan Aset Berharga

Administrator - Senin, 04 November 2019 13:35 WIB
Buka Kegiatan Fasilitasi Forum Puspa,  Sabrina Sebut Perempuan Aset Berharga

MEDAN I SUMUT24 Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sabrina menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa, saat membuka Kegiatan Fasilitasi Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) di hotel J.W Mariot, Senin (4/11). Menurutnya perempuan punya peran penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Baca Juga:

Untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan bangsa, menurut Sabrina, bisa dimulai dari cara memperlakukan perempuan di lingkungan masyarakat, termasuk di perusahaan, sehingga menjadi aset yang berharga. Saat ini masih banyak orang-orang yang belum sadar perempuan juga investasi besar untuk perusahaan.

“Perempuan dan laki-laki ini seperti puzzle, bila digabungkan akan membentuk gambar yang utuh. Bila ini bisa diterapkan di perusahaan maka perusahaan tersebut akan mendapat keuntungan yang besar,” katanya, saat menyampaikan kata sambutan pada acara yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Sumut.

Menurut Sabrina, di Indonesia masih banyak perusahaan yang belum memperlakukan perempuan secara adil, misalnya tidak menyiapkan ruang menyusui, ruang untuk anak saat ibunya bekerja atau kelayakan toilet. Padahal dengan kelengkapan fasilitas ini, produktivitas perempuan di perusahaan akan maksimal. “Ruang laktasi, ruang untuk anak seharusnya ada di setiap perusahaan. Untuk apa? Agar ibunya bisa nyaman dan fokus bekerja, ini akan menguntungkan perusahaan,” tambahnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah perempuan di Sumut sebanyak 7.222.191 jiwa atau sekitar 51% dari total jumlah penduduk Sumut 14,42 juta jiwa (tahun 2018). Namun, lapangan pekerjaan terbesar untuk perempuan di Sumut adalah tenaga pendidik. Ini dikarenakan masih banyak perusahaan menganggap perempuan beban perusahaan karena akan ada cuti hamil, tidak fokus karena mengurus anak dan lain sebagainya. Padahal anggapan tersebut tidak benar.

“Bila kita tidak adil dalam memperlakukan wanita maka akan lahirlah generasi yang kurang berkualitas, jadi bagi perusahaan anggaplah ini investasi dan juga berbuat untuk kemajuan bangsa,” tegas Sabrina.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GM Geopark Kaldera Toba: Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
Sutrisno Pangaribuan: Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
Strategi Komunikasi Pemerintah: Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
komentar
beritaTerbaru