Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
MEDAN I SUMUT24 Penganugerahan rekor MURI berbusana baju kurung melayu perempuan terbanyak inisitaor Anne Avantie kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwsiata Sumut serta Dekransda Sumut batal dilaksanakan sehingga membuat masyarakat bertanya-tanya tentang pembatalan tersebut.
Baca Juga:
Ini sepertinya kesalahan Panitia penyelenggara yakni Disbudpar Sumut pimpinan Dr Ria Nofida Telaumbanua, karena dinilai kurang kordinasi dengan pihak MURI sehingga Ny Nwal Edy Rahmayadi batal menerima rekor MURI tersebut. Dengan kejadian itu jelas Ria Nofida telah membuat malu pemprovsu terutama Ny Nawal Edy Rahmayadi dan pemerintah provinsi Sumatera Utara, ucap ASN Pemprovsu yang enggan disebutkannya kepada Wartawan, Minggu (2/11). Ini sepertinya Ria Nofida mau selalu cari muka dengan pejabat tinggi Pemprovsu, namun sekali ini dia (Ria-Red) kena batunya, ucapnya. Apalagi sudah digembar-gemborkan bahwa isteri pejabat tinggi Pemprovsu bakal menerima anugerah rekor MURI berbusana baju kurung nasional di Lapangan Merdeka Medan pada 3 November 2019, namun ternyata batal, ucapnya.
Sementara itu Ketua Harian Dekranasda Sumut Zonny Waldi yang dikonfirmasi mengatakan, Memang benar acara penganugerahan rekor MURI berbusana baju kurung yang akan diraih Pemprovsu batal dilaksanakan di lapangan merdeka Medan pada Minggu 3 November 2019. Awalnya penganugerahan rekor MURI untuk Sumut itu harusnya pada tanggal 20 Oktober 2019 bulan lalu, namun karena berhubung ada pelantikan Presiden/Wapres pada 20 Oktober 2019 tersebut sehingga ditunda pelaksanaanya. Jadi pada 23 Oktober 2019 rupanya ada acara serupa penganugerahan rekor MURI di Kalimantan Barat Pontianak sehingga Rekor MURI tersebut dimenangkan Kalimantan Barat dengan jumlah berbusana baju kurung perempuan sebanyak 10.000 Sementara Pemprovsu hanya 1.000 orang. Dengan kejadian tersebut untuk apalagi dilaksanakan, karena sepertinya panitia dan disbudpar Sumut kurang kordinasi dengan pihak MURI sehingga acaranya terpaksa dibatalkan. Kalaupun pada tanggal 20 Oktober 2019 dilaksanakan acara tersebut, paling Pemprovsu mempertahankan rekord MURI tersebut hanya bertahan tiga hari saja, ucapnya. Lebihlanjut eks Kadiskanla Sumut itu, kepada peserta rekord MURI yang telah mendaftar sebanyak 1.500 orang karena acaranya pada 3 November 2019 telah dibatalkan sehingga pada tanggal 30 Oktober 2019 telah kita kirim surat kepada yang mendaftar bahwa acaranya batal, ucapnya.
Sementara itu Kadisbudpar Sumut Dr Ria Nofida Telaumbanua dikonfirmasi tidak berhasil, baik melalui WA dan telepon selulernya.
Pantauan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (3/11) di tempat acara dilangsungkan ada beberapa peserta berbusana baju kurung yang datang, karena kemungkinan tak mengetahui pembatalan acara tersebut. (W03)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota