Sutrisno Pangaribuan: Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
MEDAN I SUMUT24.co Kota Padang Sidimpuan Sejak pemekaran berpisahnya dengan Kabupaten Tapsel, sampai hari ni telah genap berusia 18 tahun. Masyarakat dan berbagai elemen masyarakat terus berharap agar PSP terus berbenah dalam mensejahterakan masyarakat sehingga bisa bersaing dengan kota maupun Kabupaten di Sumut, Ucap Wakil Ketua HIKMA Sumut Syahrir Nasution kepada Wartawan, Selasa (22/10). Menurutnya, Ibarat seorang anak gadis yang msih muda belia, saat ini mulai masuk ke jenjang Pancaroba (Puberteit) yang perlu di kontrol derap langkahnya untuk menuju masa depan yang gemilang dan terarah dalam meraih cita-cita yang akan di gapai. Biasanya seseorang anak gadis yang baru masuk usia seperti ini perlu penuh atensi pada dirinya, kalau tidak biasa nanti menyimpang dan jalannya terseok-seok entah ke mana tujuannya. Begitu juga Kota yang baru masuk ke tahap usia seperti ini, perlu perhatian dari orang yang dituakan yakni Wali Kota beserta perangkat-perangkatnya, disinilah perlunya seorang leader yantangguh dan tanggap menyahuti roh masyarakatnya yang akan menuju modernisme perkotaan.
Baca Juga:
Gerakan ini sebenarnya sudah sesuai dengan masyarakat Tabagsel secara umum, hususya yan mayoritas menganut Agama Islam, memegang teguh Adat Budaya sebagai watak (Character) nya etnis Mandailing Angkola dan Sipirok. Untuk mewujudkan Aman & Sejahtera ini masih perlu kajian-kajian yang matang dan terukur. Aman secara physiks mungkin saja terpenuhi, karena tanpa Ada nya gerakan dari Walikota pun masyarakat kota tersebut mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik Kota nya, kalau tidak pendatang tidak akan mau datang ke Kota tersebut, ucapnya.
Untuk mewujudkan Sejahtera ( Prosperity), ini memang tugas seorang Pemimpin di suatu daerah/ Negara, hanya satu tugasnya dalam ajaran agama Islam yaitu, Menjaga Rakyatnya. Hal ini kalau dikaitkan dengan ekonomi, tentu kata Sejahteta itu bukan hanya sebagai pemanis bibir penghibur telinga rakyat, ucapnya. Yang tak kalah pentingnya adalah kepemimpinan yang berbasis kejujuran sejalan dengan program Gubsu sewaktu melantika Walikota Padang Sidempuan pada 28 September 2018 yang lalu dengan berpesan agar jadilah pemimpin yang bermartabat dan mengayomi segenap masyarakat. Karena seorang pemimpin itu haruslah menjadi pemimpin yang mendidik bukan pemimpin yang penuh kebohongan dan pura-pura peduli dengan rakyat. Yang nyatanya selalu merugikan rakyat. Semoga padang Sidempuan kedepan menjadi Kota yang BALDHATUN THOIBATUUN WAROBBUN GHOFUR, ucapnya. (W03)
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota
Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro&039 wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
kota
Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
kota
Kabar Baik! Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Kantongi Dukungan Gubsu Bobby Nasution, Huntap dan Infrastruktur Masuk Prioritas
kota
Dorong Prestasi dan Kesejahteraan Anak, Sekda Padangsidimpuan Salurkan Bantuan dari Kemensos
kota
Sekda Padangsidimpuan dan Pemprov Sumut Turun Tangan, Pembangunan Huntap Palopat Pijor Koling Dikebut
kota
Klarifikasi Terkait Tuduhan Penyalahgunaan Dana Arisan, Pengelola Bantah Tudingan Peserta
kota