Sabtu, 27 Juni 2026

Pertamina MOR I Apresiasi Bisnis Kuliner Yang Gunakan Bright Gas

Administrator - Senin, 21 Oktober 2019 13:16 WIB
Pertamina MOR I Apresiasi Bisnis Kuliner Yang Gunakan Bright Gas

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24

Konsumsi elpiji subsidi saat ini masih memakan porsi terbesar di Sumut. 91 persen didominasi elpiji subsidi bagi masyarakat miskin. Sisanya 9 persen, menggunakan elpiji non subsidi Bright Gas. Ini berbanding terbalik dengan data BPS. Per Maret 2019, jumlah penduduk miskin di Sumut hanya 8,83 persen.

Berdasarkan Permen ESDM No 26 tahun 2009, pihak yang berhak mendapatkan elpiji 3kg adalah masyarakat miskin dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Usaha yang tergolong UKM, adalah yang memiliki kekayaan bersih maksimal Rp50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan, serta omzet per tahun maksimal Rp300 juta.

Mendorong pemakaian elpiji yang tepat sasaran, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mengusung program konversi elpiji 3 kg menjadi Bright Gas. Program bertajuk #MoveOnKuliner ini, ditujukan bagi bisnis kuliner non UKM yang masih menggunakan elpiji bersubsidi untuk beralih ke Bright Gas.

“Tujuan program #MoveOnKuliner ini adalah mengajak bisnis kuliner non UKM agar beralih dari elpiji bersubsidi ke Bright Gas. Kami berikan apresiasi pada mereka yang memiliki kesadaran beralih menggunakan Bright Gas berupa voucher diskon produk dan promosi bisnisnya di media,” kata General Manager Pertamina MOR I Agustinus Santanu Basuki, Senin (21/10).

BPS mencatat pada 2017 terdapat 1.028 restoran di Kota Medan. Rerata pendapatan restoran kelas besar dan menengah di Sumut, adalah empat miliar per tahun.

Dikatakannya, untuk tahap awal, bisnis kuliner yang bersedia beralih menggunakan elpiji Bright Gas adalah Rey Café, Black Area Coffee, serta Jontor Coffee. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Disperidag, agar bisnis kuliner lain tergerak untuk beralih menggunakan Bright Gas.

“Kami berharap dengan adanya program ini, penggunaan elpiji menjadi lebih tepat sasaran. Jika tepat sasaran sesuai peruntukan, maka kuota elpiji subsidi akan mencukupi,” kata Santanu.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan H Dammikrot SSos MSi menyatakan mendukung jalannya program #MoveOnKuliner yang dijalankan Pertamina dan siap mendukung jalannya pengawasan penggunaan elpiji bersubsidi untuk yang berhak, kata Dammikrot.

Ketua Bidang LPG DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sumut, Mahmuzar Dharma, juga mendukung program ini. “Hiswana berharap dengan adanya program Move On Kuliner, konsumsi Bright Gas makin meningkat. Sesuai dengan peruntukannya bagi masyarakat mampu dan bisnis non UKM.

Hingga September 2019 di Sumut, konsumsi Elpiji 3kg subsidi mencapai lebih dari 10 juta tabung. Sedangkan konsumsi Bright Gas 5.5 kg sebanyak lebih dari 57 ribu tabung, dan Bright Gas 12 kg sebanyak hampur 31 ribu tabung. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sutrisno Pangaribuan: Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
Strategi Komunikasi Pemerintah: Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
komentar
beritaTerbaru