TransNusa Rayakan Momen Bersejarah dengan Peluncuran Penerbangan Perdana Melbourne–Bali
Jakarta, TransNusa, Premium Service Carrier pelopor di kawasan Asia Pasifik, hari ini menandai tonggak penting dalam ekspansi internasionaln
Info
MEDAN I SUMUT24 Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan Kembali berdemontrasi di depan Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Rabu (31/7). Dalam orasinya GMKI meminta agar pemerintah melakukan revisi Peraturan Presiden N0 49 tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba.
Baca Juga:
Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan itu menuntut agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi dan mencemari Danau Toba dicabut izinnya. Diusir dari operasionalnya yang sudah berjalan bertahun-tahun.
Massa Meneriakkan bahwa perusahaan, seperti Aquafarm Nusantara (kini sudah berganti nama menjadi Regal Springs Indonesia), JAPFA, Allegrindo, PT Simalem Resort, PT Toba Pulp Lestari dan sebagainya, telah menjadikan Danau Toba sebagai tong sampah terbesar di dunia sehingga harus diusir dari kawasan danau toba, ucapnya.
“Kita minta pemerintah agar mengusir perusahaan-perusahaan perusak Danau Toba tersebut, sudah lama kawasan danau toba tercemar, namun selalu dibiarkan,” ucapnya.
Dalam demontrasi mahasiswa GMKI Cabang Medan tersebut diterima Kasubag humas Salman dan berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada Gubernur Sumatera Utara, ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sepertinya masih geram dengan tingkah PT Aquafarm Nusantara yang melakukan pelanggaran dalam kegiatan operasionalnya di perairan Danau Toba dan Serdang Bedagai.
Sebagaimana dalam investigasi Tim Investigasi Dinas Lingkungan Hidup Sumut atas kejadian pencemaran dan kerusakan akibat ikan mati di perairan Danau Toba oleh Aquafarm, ditemukan bahwa Aquafarm melanggar karena over kapasitas produksi.
Kemudian Aquafarm melanggar dari sisi daya dukung dan daya tampung perairan Danau Toba. Pelanggaran lainnya adalah Aquafarm tidak mengelola limbah cairnya di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada pabrik pakan ikan di Kabupaten Serdang Bedagai.
Atas pelanggaran-pelaggaran itu, Edy Rahmayadi telah menjatuhkan sanksi administrasi berupa sanksi tertulis yang dilayangkan kepada Aquafarm tertanggal 1 Februari 2019.
Edy Rahmayadi ternyata mengawal kebijakannya yang menjatuhkan sanksi ke Aquafarm itu. Bahkan Edy mengancam akan membekukan seluruh izin (sesuai tupoksi gubernur) Aquafarm jika Aquafarm tidak mengindahkan sanksi.
Namun pembekuan seluruh izin tersebut, baru akan dilakukan setelah semua mekanisme sanksi tidak dijalankan Aquafarm. Sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), pada Pasal 76 ayat 1 ayat 2, terdapat empat mekanisme sanksi.(W03)
Jakarta, TransNusa, Premium Service Carrier pelopor di kawasan Asia Pasifik, hari ini menandai tonggak penting dalam ekspansi internasionaln
Info
Jakarta, TACO, penyedia solusi building material, kembali membawa semangat Explore New Horizons melalui dukungannya terhadap penyelenggara
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah regulasi baru pelindungan pekerja, mulai dari pengupahan, pekerj
News
Jakarta,Dalam rangka Hari Renang Sedunia (World Swim Day) yang diperingati tanggal 24 Oktober 2026, Atlantis Water Adventure Ancol menyeleng
Umum
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mensosialisasikan tata cara pendaftaran mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasiona
Info
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh elemen serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) untuk bersamasama men
News
PSMS Tekuk PSIS 21,Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
News
Bobby Nasution Dorong Desa dan Kelurahan Kreatif melalui Program KKSB
News
Wagub Sumut Penyerahan RSUD dr M Thomsen Percepat Pelayanan Kesehatan di Nias
News
Kapolresta Deli Serdang Hadir Ditengah Masyarakat Untuk Atur Lalu Lintas
News