Gembong Narkoba Buron Bareskrim Basri Lewaimang Ditangkap Interpol di Kuala Lumpur
KUALA LUMPUR Buronan kasus narkoba, Basri Lewaimang (50), yang disebut sebagai pengendali peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan m
News
Serdang Bedagai I Sumut24
Baca Juga:
Sejumlah warga mengaku mengeluhkan polusi asap atau abu yang diduga dihasilkan dari PT BA yang berada persis di dekat Kantor Camat Tebing Syahbandar tepatnya di Dusun II Desa Payapasir Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Hal itu dikarenakan, sejak beroperasinya perusahaan yang mengekspor hasil pabriknya itu ke luar negeri, masyarakat mengaku mengalami berbagai macam penyakit khususnya masalah pernafasan.
Pantauan Sumut24 di lokasi, rabu (31/7), sejumlah atap rumah warga yang berada tak jauh dari lokasi pabrik tersebut terlihat dipenuhi debu. Selain itu, dedaunan dari tanam-tanaman juga tampak memutih karena tertutup abu yang diduga berasal dari PT BA tersebut.
Seorang tokoh masyarakat setempat bernama Husin (51) didampingi Ketua LSM Bison RI, Irwan Syahputra, Kabid Burhanuddin Saragih dan Sekretaris Irfan mengaku, sejak pabrik itu beroperasi sekitar setahun lebih, masyarakat kerap mengalami batuk-batuk, sesak nafas dan gatal-gatal.
“Kami menduga, itu semua karena polusi abu dari PT BA itu. Tak jarang, anak-anak, harus dibawa keluar masuk puskesmas untuk mengobati batuk,” ujar warga.
Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan lantai rumah mereka yang kerap berdebu. Bahkan, ikan lele peliharaan dan tanaman ubi milik warga saat ini kondisinya sudah mati, hal itu juga diduga akibat terkena abu dari PT BA tersebut.
“Air minum kami pun sudah tidak bersih lagi dan warnanya agak kecoklatan,” jelas warga.
Selain itu, keluhan yang sama juga disampaikan Kepala Pekerja Perumahan Grand Permata Residence, Ponidi (56) dan Purba Pirang (47). keduanya mengaku bahwa akibat polusi abu yang diduga ditimbulkan PT BA, pihaknya merugi hingga miliaran rupiah.
Hal itu dikarenakan sebanyak 25 orang calon pembeli perumahan telah menarik uang muka pembayaran pembelian rumah.
“Karena terpapar polusi abu tadi, para calon pembeli akhirnya menarik uang muka pembelian. Pembangunan perumahan yang saat ini masih berjalan juga terpaksa dihentikan. Akibatnya, Para pekerja perumahan yang banyak berasal dari masyarakat sekitar juga terpaksa menganggur,” bebernya.
Terkait hal ini, pihak PT BA saat berupaya dikonfirmasi tidak berhasil. Pintu gerbang perusahaan tersebut tertutup rapat dan nomor kontaknya juga tidak berhasil didapat.
Sedangkan, Kepala Desa Payapasir M Hatta Purba saat dihubungi melalui telepon selulernya mengaku kecewa kepada masyarakat karena sebelumnya tidak pernah melaporkan terkait persoalan tersebut. Pihaknya mengaku, akan berupaya berkomunikasi dengan PT BA guna menyelesaikan persoalan tersebut.(Bdi)
KUALA LUMPUR Buronan kasus narkoba, Basri Lewaimang (50), yang disebut sebagai pengendali peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan m
News
Jakarta Sumut24.co Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan mengamankan uang sekitar Rp1,5 miliar dalam kegiatan yang berlangsung di
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat sejumlah capaian penting di tengah upayanya memperkuat posisi sebagai perguruan
kota
sumut24.co MEDAN, Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distr
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyambangi Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tanju
News
sumut24.co TANJUNG BALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapa
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan berkomitmen memastikan penyaluran bantuan sosial benarbenar sampai kepada yang ber
News
Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar
kota
Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika Rumah Sakit Harus Makin Maju
kota
Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus
kota