Jumat, 21 Agustus 2026

Warga Keluhkan Polusi Abu Dari PT BA di Desa Payapasir Sergai, Perumahan  Ngaku Rugi Miliaran Rupiah

Administrator - Rabu, 31 Juli 2019 13:59 WIB
Warga Keluhkan Polusi Abu Dari PT BA di Desa Payapasir Sergai,  Perumahan  Ngaku Rugi Miliaran Rupiah

Serdang Bedagai I Sumut24

Baca Juga:

Sejumlah warga mengaku mengeluhkan polusi asap atau abu yang diduga dihasilkan dari PT BA yang berada persis di dekat Kantor Camat Tebing Syahbandar tepatnya di Dusun II Desa Payapasir Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Hal itu dikarenakan, sejak beroperasinya perusahaan yang mengekspor hasil pabriknya itu ke luar negeri, masyarakat mengaku mengalami berbagai macam penyakit khususnya masalah pernafasan.

Pantauan Sumut24 di lokasi, rabu (31/7), sejumlah atap rumah warga yang berada tak jauh dari lokasi pabrik tersebut terlihat dipenuhi debu. Selain itu, dedaunan dari tanam-tanaman juga tampak memutih karena tertutup abu yang diduga berasal dari PT BA tersebut.

Seorang tokoh masyarakat setempat bernama Husin (51) didampingi Ketua LSM Bison RI, Irwan Syahputra, Kabid Burhanuddin Saragih dan Sekretaris Irfan mengaku, sejak pabrik itu beroperasi sekitar setahun lebih, masyarakat kerap mengalami batuk-batuk, sesak nafas dan gatal-gatal.

“Kami menduga, itu semua karena polusi abu dari PT BA itu. Tak jarang, anak-anak, harus dibawa keluar masuk puskesmas untuk mengobati batuk,” ujar warga.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan lantai rumah mereka yang kerap berdebu. Bahkan, ikan lele peliharaan dan tanaman ubi milik warga saat ini kondisinya sudah mati, hal itu juga diduga akibat terkena abu dari PT BA tersebut.

“Air minum kami pun sudah tidak bersih lagi dan warnanya agak kecoklatan,” jelas warga.

Selain itu, keluhan yang sama juga disampaikan Kepala Pekerja Perumahan Grand Permata Residence, Ponidi (56) dan Purba Pirang (47). keduanya mengaku bahwa akibat polusi abu yang diduga ditimbulkan PT BA, pihaknya merugi hingga miliaran rupiah.

Hal itu dikarenakan sebanyak 25 orang calon pembeli perumahan telah menarik uang muka pembayaran pembelian rumah.

“Karena terpapar polusi abu tadi, para calon pembeli akhirnya menarik uang muka pembelian. Pembangunan perumahan yang saat ini masih berjalan juga terpaksa dihentikan. Akibatnya, Para pekerja perumahan yang banyak berasal dari masyarakat sekitar juga terpaksa menganggur,” bebernya.

Terkait hal ini, pihak PT BA saat berupaya dikonfirmasi tidak berhasil. Pintu gerbang perusahaan tersebut tertutup rapat dan nomor kontaknya juga tidak berhasil didapat.

Sedangkan, Kepala Desa Payapasir M Hatta Purba saat dihubungi melalui telepon selulernya mengaku kecewa kepada masyarakat karena sebelumnya tidak pernah melaporkan terkait persoalan tersebut. Pihaknya mengaku, akan berupaya berkomunikasi dengan PT BA guna menyelesaikan persoalan tersebut.(Bdi)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Gembong Narkoba Buron Bareskrim Basri Lewaimang Ditangkap Interpol di Kuala Lumpur
KPK Amankan Uang Rp1,5 Miliar di Bogor, Sejumlah Pejabat Diperiksa
Dies Natalis ke-74, USU Catat Lompatan Prestasi dan Reputasi Global
Rayakan HUT ke-81 RI, PLN UID Sumut Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen Hingga 25 Agustus
Sambangi Kontingen Jamnas XII di Cibubur, Wali Kota Tanjungbalai Beri Motivasi
Wali Kota Tanjungbalai Dorong Alur Pelayaran Diperlebar, Jangan Ganggu Nelayan Tradisional
komentar
beritaTerbaru