Monitoring IVA Test di Nias Barat, Kahiyang Ayu Dorong Perempuan Rutin Periksa Kesehatan
sumut24.co Nias BaratKetua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Kahiyang Ayu men
kota
SOLOK | SUMUT24
Baca Juga:
- Monitoring IVA Test di Nias Barat, Kahiyang Ayu Dorong Perempuan Rutin Periksa Kesehatan
- Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas
- Luncurkan Digitalisasi Pasar Petisah, Wali Kota Medan Wujudkan Pasar Tradisional Lebih Modern, Transparan dan Bebas Dari Kebocoran Anggaran
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Solok bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat melakukan konservasi dan digitalisasi Naskah Kuno koleksi Surau Latiah Kota Solok, bertempat di Ruang Pengolahan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok.
Kegiatan telah berlangsung selama lima hari, Tim konservasi dan digitalisasi Naskah Kuno berjumlah 5 orang, terdiri dari Hariadi SS MA. Hasanah SS, Budi Eka Putra S Sos, Reza Lahardo SS dan Chairullah Ahmad M Hum.
Hariadi selaku ketua tim mengatakan konservasi dan digitalisasi naskah kuno ini dilakasanakan dengan tujuan untuk penyelamatan fisik naskah, dan memudahkan untuk mengetahui kandungan isi naskah.
“Naskah-naskah Surau Latiah ini terdiri dari berbagai topik seperti kawaid Bahasa Arab, Fiqih, Tasawuf dan Mantiq. Kegiatan selanjutnya akan akan dilanjutkan dengan alih tulis atau alih bahasa,†tambah Hariadi.
Naskah Kuno memiliki arti penting sebagai sejarah kebudayaan dan berkembang ilmu pengetahuan di sebuah bangsa dan negara. Hal ini mengharuskan perpustakaan untuk melestarikan dan menyelamatkan naskah kuno, karena dengan menyelamatkan dan melestarikan naskah kuno.
“Perpustkaan telah melestarikan masa lalu untuk masa depan,†kata Suhartinah, S.Pd, MM selaku Sekretaris DPK Kota Solok, pada saat tinjauannya ruangan pelaksanaan konservasi dan digitalisasi Naska Kuno tersebut.
Sementara, Dra. Pidriati Kepala Seksi Pengembangan, Pengolahan dan Konservasi Koleksi DPK Kota Solok pada kesempatan tersebut mengatakan di era digital selain tantangan, juga bisa diambil keuntungan. Masa lalu tidak untuk dilupakan, apalagi ditenggelamkan.
“Sekarang yang perlu kita lakukan bagaimana caranya kebaikan dari masa lalu itu bisa diteruskan untuk hari ini. Naskah kuno sangat perlu sekali untuk diselamatkan, karena banyak nilai-nilai kebaikan yang terdapat di dalamnya untuk dimasa sekarang,†tutur Pidriati.
“Jadi jangan hanya berhenti menjadi koleksi perpustakaan, jangan berhenti pada kajian-kajian yang diberikan oleh para ahli sastra, tapi hasil kajian itu bisa diambil manfaatnya secara kongkret ke dalam kehidupan sekarang. Setidaknya untuk perlindungan negara dari budaya-budaya asing, sehingga itu bisa menjadi tawaran yang baik untuk meneruskan kebaikan masa lalu ke masa sekarang,†tutup Pidriati. (Yose)
sumut24.co Nias BaratKetua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Kahiyang Ayu men
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeri
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar, Ka
kota
sumut24.co MEDAN, Dukungan terhadap Kota Medan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh In
kota
Musibah KebakaranHanguskan 4 Unit Rumah di Jln Rawa Gg Drom Mandala
kota
Rahudman Harahap Soroti Risiko Jebakan Hukum Pengelola BUMN, Tekankan Integritas dan Adab dalam Tata Kelola Negara
kota
Momentum 10 Muharram, Bupati Madina Santuni 180 Anak Yatim dan Disabilitas di Masjid Agung Nur Ala Nur
kota
Kabar Duka Peserta SPPI KNMP 2026, Kapolres Padangsidimpuan Datangi Rumah Duka Novia Rahmadhani Sihotang
kota
Era Baru Tata Kelola Data! Pemkab Madina Resmikan Portal SADATA MADINA
kota
Ketum PWI Pusat akan Hadiri FG PWI Sumut, Farianda Ingatkan Panitia Maksimalkan Pelayanan
kota