Kamis, 25 Juni 2026

Petani Jagung Terancam Gagal Panen, Akibat Serangan Ulat Grayak

Administrator - Rabu, 01 Mei 2019 14:42 WIB
Petani Jagung Terancam Gagal Panen,  Akibat Serangan Ulat Grayak

Tanah Karo I SUMUT24 Belasan ribu hektare tanaman jagung milik petani di Kabupaten Karo terserang hama ulat grayak yang menyerang tanaman berusia muda.

Baca Juga:

Petani di Kecamatan Munthe, Maria Terkelin mengungkapkan, ulat grayak mulai menyerang lahan pertaniannya sekitar dua minggu terakhir.

“Udah enggak bisa bilang lagilah kalau lihat kondisinya, jelek semua daunnya, bolong-bolong dia,” ujar Maria, saat ditemui di perladangannya, di Desa Bertah, Kecamatan Munthe, Rabu (1/5/2019).

Maria mengaku, hama itu biasa menyerang tanaman yang masih berusia muda. Namun, baru kali ini dirinya melihat serangan begitu masif. Menurutnya, hampir seluruh lahan pertanian di sekitar Kecamatan Munthe dilahap ulat.

“Dibanding tahun lalu, memang inilah yang paling parah. Kalau kita lihat ini lebih parah dari biasanya,” ungkapnya.

Jika serangan semakin parah, katanya, dikhawatirkan, akan mengenai bagian yang akan menjadi tungkul jagung dan akhirnya buah jagung akan sulit berkembang hingga gagal panen.

Melihat serangan hama tersebut, dirinya mengaku memang tidak tinggal diam. Maria mengatakan, dirinya bersama petani-petani lainnya sudah beberapa kali melakukan penyemprotan anti hama. Berharap tindakan tersebut dapat menghambat pertumbuhan ulat, hingga bisa membasminya.

Petani lainnya Beru Ginting mengaku, dirinya mengetahui hama grayak itu menyerang ladangnya sekitar 10 hari lalu. Sebagai petani yang menggantungkan hidup dari ladangnya, dirinya mengatakan sangat khawatir tanamanya akan rusak. Terlebih, usia jagung yang ditanamnya itu masih menginjak usia satu bulan tiga hari.

“Kalau perasaannya ya sedih kali lah, kalau ini rusak ya mau gimana lagi kami. Akupun baru tau ada hama kayak gini nakku, biasanya cuma biasa-biasa saja,” ujar Bru Ginting, saat ditemui di lahan pertaniannya, di Desa Kinepen, Kecamatan Munthe.

Ia mengatakan, dari total lahan seluas satu hektare lebih, hampir seluruhnya terserang grayak. Terlebih, selama dirinya bertani jagung, baru kali ini ladangnya terserang hama sebanyak ini.

Untuk menghindari hama semakin berkembang, dirinya mengaku telah melakukan penyemprotan sebanyak tiga kali. Namun begitu, hama tersebut tak kunjung punah.

“Sudah ada tiga kali ini kami semprot, kami lihat ada juga lah yang mati, tapi masih ada juga. Karena dia kan bisa sembunyi di balik balik daun itu. Kalau disemprot terus modal kamipun makin banyak,” ucapnya.

Sama seperti Maria, Ginting juga mengkhawatirkan dampak hama tersebut mengganggu terhadap perkembangan buah jagung. Dirinya mengungkapkan, memang ulat tersebut saat ini hanya memakan daun-daun muda yang baru tumbuh. Meskipun begitu, dengan penanganan yang kurang baik, ditakutkan ulat tetap bertahan di bunga yang akan menjadi jagung. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Serah Terima Jabatan Sekretaris dan Kepala Bidang pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok
Untuk Tingkatkan Pelayanan dan Penyuluhan Kesehatan Bupati Solok Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Kejaksaan Negeri Solok
Rico Waas Dinilai Pemimpin untuk Semua, Tandatangani Prasasti Revitalisasi Gereja St. Antonius
Dorong Peran Kampus, Pemko Medan Ajak Mahasiswa Jadi Garda Edukasi Lingkungan dan Antinarkoba
Menyongsong 2029, Rumah Kebangkitan Mulai Susun Strategi Dorong Gibran Maju ke Kursi Presiden
Wabup Basri Bongkar Kinerja APBD 2025, Paluta Catat Surplus Rp43,5 Miliar dan Raih WTP
komentar
beritaTerbaru