Pendidikan Karakter Anak Menjadi Perhatian Serius Gerakan Pramuka Kota Solok
Pendidikan Karakter Anak Menjadi Perhatian Serius Gerakan Pramuka Kota Solok
News
Tanah Karo I SUMUT24
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Karo selalu tampil dalam mempromosikan budaya Karo, sehingga zaman dulu bangunan tradisional sapo angin istilah suku Karo sudah banyak kita tidak jumpai lagi bangunan tersebut, hanya beberapa desa yang masih melestarikan “sapo angin” Ini sekaligus daya tarik obejk wisata.
Hal ini Bupati Karo Terkelin Brahmana SH tergugah akan budaya lama Karo dalam pembangunan tradisional khususnya “sapo angin” untuk dilestarikan dengan cara akan memunculkan bentuk dan desain sesuai rancangan ahli yang mampu membuat “Sapo Angin”.
Demikian dikatakannya saat meninjau “sapo angin” sedang dibangun, didampingi sekretaris Satpol PP Davit Sembiring, Kamis (25/4) pukul 15.00 wib di depan kantor satpol PP Kabanjahe.
Menurut Terkelin, inspirasi pembangunan ini muncul sebagai inspiratif wujud kepeduliannya nilai nilai kearifan Lokal Budaya Karo, sehingga secara pribadi membangun “sapi Angin” disekitar lingkungan halam kantor bupati Karo.
“Sapo angin ini bertujuan, agar bagi masyarakat karo khususnya datang ke kantor bupati dapat melihat,minimal tahu bahwa nilai nilai budaya Karo, pada Era-nya begitu tinggi makna dan nilainya,” ungkapnya
Selain itu, “sapo angin” dapat di manfaatkan bagi masyarakat luas, untuk duduk duduk, berteduh, dan berbagai macam lainnya saat ada keperluan urusan ke kantor Bupati, dapat menikmati “Sapo Angin” sebagai tempat rileks dan santai,sambil menuggu urusan-nya selesai.
Untuk pembangunan biaya dan bahan bahannya kita serahkan kepada ahlinya, semuanya kita tinggal terima bersih, sudah siap pakai, siap digunakan, bagi masyarakat nanti silahkan manfaatkan dan ketahui bahwa budaya Karo masih berkibar serta perlu kita lestarikan dan jaga. Imbuhnya
Sementara Salmon Sembiring dan Benediktus Sembiring selaku tukang pandai Ukir mengutarakan pembangunan “sapo Angin” sudah digeluti-nya sejak puluhan tahun lalu, sebab mereka sering dipanggil oleh masyarakat membuat Geritan , selain sapo angin. Katanya
Disebutkan, untuk pembuatan bangunan tradisional Sapo Angin, bukan mudah tapi butuh kefokusan dan hati hati bekerja, sehingga dalam kerangka merancang tidak dibutuhkan tukang lebih dari dua, hanya cukup dua orang saja, ini menjaga bangunan dan mode tidak lari dari seni seni budaya Karo itu sendiri.
Mencontohkan, sekarang ini bangunan 2,5 m x 2,5 m, yang dibangun dengan semua bahan yang ada dan Pemkab Karo akan menerima siap jadi dan siap pakai, dengan biaya 40 juta. Bebernya
Sedangkan lama waktu pengerjaan bangunan Sapo angin yang kami kerjakan ini, sesuai biasanya kami lakukan dalam target satu bulan semuanya sudah clear. Ujar Salmon dan benekditus mengakhiri (lin).
Pendidikan Karakter Anak Menjadi Perhatian Serius Gerakan Pramuka Kota Solok
News
PB IKA PMII Instruksikan Salat Gaib dan Tahlil untuk Almarhum Fathan Subchi
News
Rayakan HUT ke67, Pemuda Pancasila Padangsidimpuan Sukses Gelar Donor Darah Berlanjut Gerakan Hijau 100 Ribu Pohon
News
Ketua IKA PMII Deli Serdang Yusrizal Berduka atas Wafatnya Fathan Subchi
News
Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia pada Usia 82 Tahun
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., bersama Ketua DPRD Kabupaten Asahan secara resmi melepas 420 peserta
News
MEDAN SUMUT24.co Pada Puncak HUT Partai Golkar Sumut k2 62 tahun. DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Sumatera Utara menyalurk
Umum
Batubara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN), Zulkifli Hasan, menghadiri konsolidasi akbar bersama ribuan kad
Politik
GABSI Sumut Seleksi Atlet Menuju Kejuaraan Asean 2026
kota
Banjir Terjang Hapesong Baru Tapsel, Polisi, TNI dan BPBD Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga
News