Kamis, 14 Mei 2026

Peternak Ikan Kolam di Labusel Terancam Gulung Tikar

Administrator - Senin, 28 Maret 2016 10:24 WIB
Peternak Ikan Kolam di Labusel Terancam Gulung Tikar

SILANGKITANG | SUMUT24 Nuraini, salah seorang peternak ikan di Desa Rintis sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Daerah Labusel. Soalnya, lahan peternakan seluas 1 Ha yang dikelolanya hingga kini masih beroperasi, namun karena mahalnya harga pakan ternak membuat dirinya terdesak.

Baca Juga:

Hal ini diungkapkan Nuraini kepada SUMUT24 saat di kolamnya, Minggu (27/3). “Untuk sementara kami hanya menjual bibit. Karena bila untuk menghasilkan ikan buat konsumen kami pasti rugi.Harga pakan mahal jadi tidak sesuai pengeluaran dengan hasil harga jual,” terangnya.

Pakan mahal Rp 20 ribu per Kg sementara harga ikan cuma Rp 18 ribu per Kg, katanya. Disinggung apakah ada bantuan ke Dinas Peternakan Labusel, Nuraini megaku belum pernah ada pihak dinas peternakan yang datang. Ia pun tidak tahu menahu ada bantuan dari dinas peternakan untuk peternak ikan.

“Kepala desa juga tidak pernah menyampaikan kalau ada bantuan untuk pengelola ikan ternak,” ucapnya. Tidak ada bantuan dan penyuluhan juga tidak pernah, ungkapnya.

Senada hal itu, Tugino pengelola ternak ikan mengatakan, ia hanya mendapat ilmu tata cara beternak ikan dari google. Sehingga dia mencoba keberuntungan dengan beternak ikan lele dumbo. Namun karena harga pakan mahal dia merasa sangat bingung dan pasrah.”Pakan mahal mas, dan bibit ikan saya sudah mati ada 3000 ekor,” kesalnya .

Mengenai bantuan dan bimbingan belum pernah didapatnya dari dinas Peternakan Labusel. “Belajar dari googlelah,” kelakarnya. Harapan keduanya agar Dinas Peternakan Labusel dapat membantu usaha mereka agar bisa bertahan. (zai)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Prabowo: Rp10 Triliun Denda dan 2,3 Juta Hektare Lahan Hutan Diserahkan ke Negara
Profil Irjen Pol Pipit Rismanto, Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Barat
DPR RI Terima PB PGRI, Bahas Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Guru di Indonesia
Nurul Arifin Tekankan Perlindungan Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon
KGSI di USU, Bertemunya Gagasan dan Kreativitas Mahasiswa Bersama Najwa Shihab dan Dubes Australia
Kajari Aceh Besar Pulihkan Kerugian Negara Hampir Rp1 Miliar dari Dua Kasus Korupsi
komentar
beritaTerbaru