Jumat, 14 Agustus 2026

Akibat Vaksin MR, Ini Kata KIPI

Administrator - Kamis, 23 Agustus 2018 12:45 WIB
Akibat Vaksin MR, Ini Kata KIPI

MEDAN | SUMUT24.co Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Sumatera Utara tidak menemukan adanya penyakit yang dipicu vaksin Measles dan Rubella (MR) terhadap anak-anak di Sumatera Utara. Hal tersebut ditegaskan Ketua Komda KIPI Sumatera Utara Prof Dr Munar Lubis saat memberi keterangan pers bersama Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama dan Sekertaris Komda KIPI Sumut, Dr Lily Rachmawati Sp.A, IBCLC, Kamis (23/8/2018).Klarifikasi itu sekaligus membantah beredarnya isu jatuhnya korban akibat imunisasi MR di beberapa daerah di Sumatera Utara (Sumut),Munar menjelaskan, ada 12 kasus yang diterima KIPI terkait imunisasi MR. Dari 12 kasus tersebut, ada anak yang mengalami penyakit parah sehingga harus dirawat di rumah sakit. Bahkan anak meninggal dunia, yakni di Ledong Kabupaten Asahan dan Kota Medan.”Sejauh ini kami belum ada menemukan hubungan antara suntikan imunisasi vaksin MR dengan munculnya penyakit bagi anak,” katanya.Prof Munar menuturkan, dalam penanganan laporan tersebut, pihaknya melakukan penelitian laboratorium untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan penyakit dengan Imunisasi MR.Salah satu pasien yang mereka tangani yakni MM (9) yang sempat viral di media sosial setelah munculnya gelembung-gelembung berisi cairan pada lengannya yang disebut karena disuntik imunisasi MR. Dalam rangkaian uji laboratorium yang mereka lakukan disimpulkan bahwa anak tersebut menderita Pemfigoid Bulosa atau penyakit autoimun langka yang menyebabkan munculnya gangguan pada kulit berupa lepuhan (bulosa/bula) kulit berisi air).Selain itu juga ditemukan adanya indikasi impetigo atau infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, Herpes zoster atau cacar akibat infeksi pada saraf dan kulit, menderita gizi kurang dan Ascariasis atau infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang. “Berdasarkan gejala klinis, hasil laboratorium dan diagnosa yang ditegakkan maka kesimpulannya tidak ada hubungan (unrelated) dan merupakan dua kejadian yang tidak berhubungan,” terangnya. Prof Munar menambahkan, pihaknya juga melakukan kajian yang sama terhadap pasien lain yang terduga sakit akibat Imunisasi MR. Meski hasil diagnosa penyakitnya berbeda-beda namun secara keseluruhan mereka masih tetap belum menemukan hubungan antara imunisasi MR dengan penyakit-penyakit yang diderita anak-anak tersebut. “Semua data yang kami sampaikan ini dilakukan setelah rangkaian kajian secara akademis kepada pasien,” tegasnya. Prof Munar juga mengimbau agar anak-anak yang akan diimunisasi MR harus benar-benar dalam kondisi sehat. Bila ada anak yang baru sembuh dari sakit, setidaknya 2 minggu setelah sembuh sakit baru bisa disuntik MR. “Sebenarnya satu minggu setelah sakit juga bisa dilakukan imunisasi MR ini. Tapi kalau saya sendiri tetap menunggu 2 minggu setelah sembuh dari sakit baru bisa imunisasi MR ini supaya aman,” pungkasnya.(W07)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
TAPSEL: “TAK PERNAH SELESAI” HARUS BERUBAH MENJADI “TETAP PASTI SELESAI”
Lebih dari Sekadar Belajar: Mahasiswa Kini Bisa Rasakan Pengalaman Kerja Nyata di Telkomsel lewat Virtuship
PLN dan Pemkot Subulussalam Perkuat Sinergi Percepat Pembangunan PLTA Kumbih 3
Jelang HUT RI, PWPM Datang Membawa Pesan: Wartawan Senior Tak Boleh Dilupakan
Perkuat Keamanan Infrastruktur Ketenagalistrikan, PLN dan Polda Sumut Perkuat Kolaborasi
Makin Mudah Merencanakan Perjalanan, Bluebird Perluas Akses Digital Goldenbird via MyBluebird dan Web Reservation
komentar
beritaTerbaru