Hardiknas 2026: Bupati Padang Lawas Serahkan Santunan dan Penghargaan untuk Tokoh Pendidikan, Ini Pesan Tegasnya!
Hardiknas 2026 Bupati Padang Lawas Serahkan Santunan dan Penghargaan untuk Tokoh Pendidikan, Ini Pesan Tegasnya!
kota
MEDAN I Sumut24.co Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin mengimbau seluruh Bupati/Walikota se-Sumut untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dalam menghadapi puncak musim hujan pada November-Desember 2023. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, termasuk kematian, korban luka ataupun kerugian material benda.
Baca Juga:
Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur Hassanudin yang diwakili Kepala Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Ramajaya Saragih pada Rapat Koordinasi (Rakor) antarinstansi dalam menghadapi puncak musim hujan di Sumut, di Ruang Rapat Utama Kantor Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah I Medan, Jalan Ngumban Surbakti Nomor 15 Medan, Jumat (3/11).
Menurutnya, letak geografis, topografi, luas wilayah dan kondisi alam Sumut memicu risiko dan potensi bencana yang cukup tinggi, baik secara geologi, maupun hidrometeorologi. Seperti bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. “Jadi kita perlukan koordinaisi, ini tindakan kemanusian dan upaya kita mengurangi risiko bencana bagi masyarakat di wilayah Sumut,†katanya.
Kepada seluruh kepala daerah, juga diimbau agar meneruskan beberapa pesan kewaspadaan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Di antaranya, masyarakat yang bertempat tinggal dibantaran sungai, ketika intesitas curah hujan semakin tinggi yang dapat mengakibatkan banjir, banjir bandang, rawan abrasi yang berakibat longsor dan berdampak kepada pemukiman, agar meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah. Serta dapat melakukan upaya mengevakuasi diri dan kelompok secara mandiri ke tempat yang lebih aman.
Masyarakat yang berada di area cekungan dan dengan sistem derainase wilayah yang tidak memadai, dan dapat memicu luapan air, diimbau agar dapat melakukan pembentengan pada lajur-lajur aliran air menuju rumah secara mandiri.
“Masyarakat terdampak banjir untuk memperhatikan sistem kelistrikan, agar tidak memicu korsleting listrik dan bahaya kebakaran, dimana sebelum melakukan kegiatan evakuasi mandiri harus memastikan bahwa aliran listrik dan perangkat elektronik pada rumah yang ditinggalkan sudah benar-benar padam,†ujarnya.
Selain itu, instansi, organisasi dan atau kelompok masyarakat yang memiliki pintu air pengendali banjir agar senantiasa dapat diaktifkan, sesuai kondisi yang dibutuhkan. Setiap orang diminta agar menghindari kegiatan wisata air, ketika frekuensi dan itensitas hujan tinggi, terkhusus kunjungan wisata dari lembaga-lembaga pendidikan.
Untuk lahan pertanian atau perkebunan, baik dari perusahaan ataupun perorangan, yang berada pada kemiringan terjal, ketika frekuensi dan intesitas hujan tinggi dan mengakibatkan kondisi jenuh air yang dapat mengakibatkan tanah longsor, agar menghindari aktivitas pertanian dan perkebuanan. Instansi, organisasi atau kelompok masyarakat yang telah memiliki sistem peringatan dini banjir dan sistem peringatan dini tanah longsor, agar dapat senantiasa mengaktifkannya sesuai kondisi dan ketentuan.
“Terakhir, setiap orang melihat, mengawasi dan memantau sistuasi sekeliling terhadap kemungkinan-kemungkinan bencana hidrometeorologi yang terjadi dan melaporkan kepada aparat pemerintah setempat, yang berwenang untuk dapat dilakukan penanganan awal kebencanaan,†sebutnya.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I –Medan Hendro Nugroho mengatakan, temu stakeholder ini dalam rangka mitigasi terkait dengan pucak musim hujan di Sumut, yang diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember mendatang. Puncaknya pada November 2023, curah hujan diperkirakan mencapai 58% dan Desember sekitar 3,8%.
“Jadi November – Desember itu puncak musim hujan di Sumut, terkait dengan ini kita tingkatkan kolaborasi dan sinergitas dengan stakeholder untuk menyamakan persepsi atau kesiapsiagaan menghadapi banjir atau bencara hidrometrologi,†jelasnya.
Hendro juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan, akibat curah hujan tinggi dapat mengakibatkan longsor. “Kita imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada, lihat info BMKG bisa melalui media juga beberapa rekomendasi Bapak Pj Gubernur menjadi acuan untuk menghadapi puncak musim penghujan di Sumut,†harapnya.
Turut hadir perwakilan OPD Pemprov Sumut, Perwakilan BI, Kepala Basarnas Medan beserta jajaran BMKG Wilayah I Medan.**
Hardiknas 2026 Bupati Padang Lawas Serahkan Santunan dan Penghargaan untuk Tokoh Pendidikan, Ini Pesan Tegasnya!
kota
Libur Akhir Pekan Aman, Polsek Sosa Gelar Patroli di Lokasi Wisata Favorit
kota
Hardiknas 2026 di Madina, Wabup Atika Tekankan Pendidikan Berbasis Karakter dan Kearifan Lokal
kota
351 Jemaah Haji Padangsidimpuan Dilepas Haru, Wali Kota Doakan Pulang Jadi Haji Mabrur
kota
sumut24.co Perbaungan, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Serdang Bedagai Achyar SH. MSP menerima Audie
News
Kami Mau Keadilan!&rdquo Tangisan Ibu Bhayangkari Guncang DPRD Kota Padangsidimpuan
kota
Diguncang Kasus Kader Dugaan Penipuan, PDIP Padangsidimpuann Maaf dan Tegaskan Tak Intervensi Hukum
kota
Gasak Korban Saat Mau Salat Subuh, "Kapten" Diciduk Polres Padangsidimpuan
kota
Disiplin Diuji! Sipropam Polres Padang Lawas Gelar Razia Internal Pagi Hari
kota
Hadiri Pengukuhan LPS, Basri Harahap Bawa Semangat Kolaborasi Keuangan untuk Paluta
kota