Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
kota
Gunungtua I Sumut24.co . Tim Ombudsman Sumut, Selasa (3/10/2023), meninjau langsung SD Negeri 100420 Dusun Sialang Napa, Desa Singanyal, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut. Sekolah kelas jauh (filial) ini sempat viral di media sosial akibat gedungnya yang nyaris tidak beratap dan tak berdinding.
Baca Juga:
- Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
- Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
- Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
Tim yang tiba sekitar pukul 9.15 Wib itu, dipimpin langsung Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar didampingi Foima Dema Sihombing dan Dody Permana.
Tim Ombudsman diterima tiga orang guru honorer, yakni Dedi Dores Rambe, Riki Syaputra Nasution dan Manahan Begin Rambe. Hadir juga tokoh pemuda Mahyudin Nasution yang menghibahkan tanahnya untuk pertapakan gedung sekolah baru itu, serta sejumlah orangtua siswa.
Ketika Tim Ombudsman tiba, sebanyak 41 orang siswa/i sedang mengikuti proses belajar mengajar di sekolah yang hanya memiliki dua ruang kelas itu. Satu ruangan diisi tiga kelas. Kelas 1, 2 dan Kelas 3 berada dalam satu ruang kelas sempit. Begitu juga Kelas 4, 5 dan Kelas 6 ditempatkan di satu ruangan yang juga berukuran kecil.
“Inilah gedung sekolah yang baru dibangun. Hanya terdiri dari dua ruang kelas ukuran sempit. Tapi dua ruangan kecil inilah yang menjadi tempat belajar 41 siswa/i Kelas 1 s/d Kelas 6,” jelas Dedi Dores Ritonga, guru honorer.
Dedi menjelaskan, gedung sekolah sederhana berdinding papan dan beratap seng tersebut, merupakan pengganti gedung sekolah lama yang sempat viral akibat nyaris tidak berdinding dan tidak beratap. “Lokasi gedung lama masih di Desa Singanyal ini,” jelas Dedi.
Menurut Mahyudin Nasution, karena ada masalah dengan pemilik lahan pertapakan di lokasi gedung lama, akhirnya masyarakat sepakat memindahkan gedung sekolah tersebut. “Tempatnya ya di sini, di Simpang PT ini. Tanah pertapakannya saya hibahkan,” tegas Mahyudin.
Menurut Mahyudin, pembangunan gedung sekolah baru ini atas swadaya masyarakat. “Tanah pertapakannya saya hibahkan. Lalu, warga lain ada nyumbang seng, papan, dll. Akhirnya, jadilah seperti ini. Hanya dua ruang kelas. Itupun masih ada warga yang berutang karena menyumbang untuk membangun gedung sekolah ini,” kata Mahyudin.
Sekolah Baru
Baik Dedi, Riki, Manahan dan Mahyudin serta para orangtua siswa, berharap agar Pemkab Paluta menetapkan sekolah Kelas Jauh (filial) ini sebagai sekolah baru. Artinya benar benar berdiri sendiri dan tidak lagi berinduk pada sekolah induk SD Negeri 100420 Desa Singanyal.
Karena sebetulnya, lanjut Dedi dan Riki, jumlah siswa/i di SD Negeri 100420 Kelas Jauh (filial) ini justru lebih banyak dibanding di sekolah induk. “Saat ini siswa di SD Kelas Jauh (filial) ini sebanyak 41 orang. Sementara jumlah siswa di SD Induk hanya 17 orang. Jadi, sangat beralasan bagi Pemkab Paluta menetapkan SD Negeri Kelas Jauh (Filial) Desa Singanyal ini sebagai sekolah baru,” harap Mahyudin.
Infrastruktur Jalan
Para orang tua siswa juga mengaku, pendirian sekolah jarak jauh (filial) ini berawal pada tahun 2009. Ini disebabkan terlalu jauhnya sekolah induk dari perkampungan penduduk.
“Jarak perkampungan penduduk ke sekolah induk SD Negeri 100420 Desa Singanyal, mencapai 10 Km. Sementara kondisi infrastruktur jalan sangat rusak parah,” tegas Mahyudin.
Jalan menuju sekolah induk tersebut, bertanah liat. Sehingga sangat licin. Apalagi bila musim hujan, jalan tersebut tidak bisa lagi dilalui. Menurut Mahyudin, inilah yang menyebabkan masyarakat berswadaya membangun gedung sekolah pada tahun 2009 untuk membuka kelas jauh (filial).
Dan, sampai saat ini, kondisi jalan tersebut belum juga pernah mendapat perbailan. “Ini adalah jalan provinsi. Jadi, kita berharap agar jalan ini mendapat perhatian,” harap Mahyudin yang dikuatkan warga lain.(red-1)
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
kota
Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
kota
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
kota
Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Sekda Madina Afrizal Nasution Minta ASN Tingkatkan Disiplin
kota
59 Pejabat Dilantik Sekaligus! Bupati Madina Saipullah Nasution Kirim Pesan Tegas ke ASN
kota
Kelistrikan Dibahas Serius, PLN dan Pemkab Madina Sepakat Sinkronkan Data Lampu Jalan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya perencanaan matang, humanis, serta pertimbangan estetika da
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mulai memasuki tahapan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memaparkan capaian dan strategi penurunan tingkat pengangguran terbuka (T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarak
News