Jumat, 31 Juli 2026

Kepala BNNK Tapsel Terapkan Langkah Cepat dalam Menangani Narkoba, Lakukan Asesmen Medis dan Pembinaan

Administrator - Senin, 18 September 2023 15:43 WIB
Kepala BNNK Tapsel Terapkan Langkah Cepat dalam Menangani Narkoba, Lakukan Asesmen Medis dan Pembinaan

Tapsel | Sumut24.co

Baca Juga:

Dalam menghadapi permasalahan penyalahgunaan narkoba, Sumatera Utara (Sumut) mendapat perhatian khusus. Kepala BNNK Tapsel, Kompol Hendro Wibowo, S.IP, M.M, M.Si, melakukan langkah cepat dan sinergis untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah kerjanya, Senin (18/9/23).

Langkah-langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari rapat terbatas (ratas) Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Petrus Reinhard Golose bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilaksanakan minggu lalu.

Kepala BNNK Tapsel, Kompol Hendro Wibowo, S.IP, M.M, M.Si yang memiliki wilayah kerja mencakup 6 Kabupaten dan Kota, yaitu Kabupaten Tapsel, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Paluta, Palas, Tapteng, dan Sibolga, menjelaskan berbagai upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak BNN serta pihak-pihak terkait.

Kompol Hendro Wibowo menjelaskan bahwa berbagai seksi di BNNK Tapsel memiliki peran masing-masing dalam penanganan narkoba. Seksi P2M bertugas melakukan sosialisasi ke masyarakat, sementara seksi rehabilitasi melakukan perawatan atas permintaan keluarga pemakai narkoba. Selain itu, ada seksi pemberantasan yang bekerja sama dengan lembaga lain untuk mengungkap kasus-kasus narkoba.

“Dimana seksi P2M itu mempunyai tugas melalui pencegahan dengan cara sosialisasi ke masyarakat, kemudian seksi rehabilitasi melaksanakan rehab atas permintaan dari keluarganya. Kemudian ada seksi pemberantasan dimana dapat melakukan klinik sidik, sebagaimana kemarin bulan Agustus sudah melimpahkan kasus kepada Kejari Tapsel,” ujar Hendro Wibowo kepada wartawan Sumut24 saat Wawancara eksklusif,Senin (18/9/23).

Sedangkan bagi kategori pemakai narkoba, BNN melakukan asesmen medis terlebih dahulu untuk menentukan tindakan selanjutnya. Selama proses ini, BNN berusaha untuk mengidentifikasi pengedar dan bandar narkoba di daerah setempat.

“Kalau dari kategori pemakai, kita lakukan asesmen medis dahulu karena ada tim rehabilitasinya terhadap masyarakat yang positif urinnya. Ketika di tes urin dinyatakan positif, dibawa ke kantor BNN dan dilakukan asesmen medis juga, untuk menggali lebih dalam lagi dimana (narkoba) membelinya,” lanjut Hendro Wibowo.

BNNK Tapsel yang berkantor di Jl. H. Raja Inal Siregar km 5,7 Batunadua Julu Kota Padangsidimpuan itu ternyata memiliki sekitar 33 personel, ditambah dengan 2 personel dari Polres Padangsidimpuan, yang aktif dalam pelaksanaan tugas-tugas ini. Dalam penanganan narkoba, BNNK Tapsel juga telah melakukan pembinaan terhadap individu yang positif terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Selanjutnya, BNNK Tapsel memiliki fasilitas rehabilitasi di Rumah Sakit Umum Sipirok untuk wilayah Kabupaten Tapsel. Namun, pihaknya juga mengkaji kemungkinan untuk memindahkan tempat rehabilitasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berasal dari berbagai daerah.

“Untuk wilayah Kabupaten Tapsel sudah ada di Rumah Sakit Umum Sipirok, bulan Agustus sudah diresmikan,” ungkapnya.

Sebagai contoh, BNNK Tapsel berkolaborasi dengan Polres Kota Padangsidimpuan dalam menangani kasus-kasus narkoba. Sebanyak 27 orang yang ditangkap oleh Batalyon 123/RW Polres Kota Padangsidimpuan telah dilimpahkan kepada BNNK Tapsel. Mereka kemudian menjalani asesmen medis dan pembinaan di lokasi tersebut.

Selain itu, BNNK Tapsel juga bekerja sama dengan Tim GKN Polres Kota Padangsidimpuan. Sebanyak 20 orang dari kasus yang diungkap oleh GKN tersebut ditempatkan di bawah pengawasan BNNK Tapsel. Mereka juga menjalani asesmen medis sebagai tahap awal penanganan.

“Jadi setelah asesmen medis kita pantau mereka, kita lihat setelah selesai dari proses detoksifikasi nanti ada kriteria yang harus rawat jalan ataupun rawat inap,” jelas Hendro.

Ketika ditanya apakah yang direhap tersebut akan dipindahkan ke RS Sipirok, Hendro mengungkapkan semua itu tergantung koordinasi Walikota Padangsidimpuan dengan Bupati Tapsel.

“Dikarenakan banyak masyarakat dari Padangsidimpuan pak Walikota bisa berkoordinasi dengan Bupati Tapsel, yakni bagaimana cara penanganannya karena ini masyarakat banyak dari Kota Padangsidimpuan,” ungkapnya.

Terakhir, Kepala BNNK Tapsel memberikan himbauan kepada masyarakat di 6 Kabupaten dan Kota yang berada di bawah naungan BNNK Tapsel. Jika ada keluarga yang membutuhkan rehabilitasi terkait penyalahgunaan narkoba, mereka dapat menghubungi call center BNNK Tapsel.

“Untuk warga Kabupaten Tapsel, Padangsidimpuan, Sibolga, Palas, Paluta, dan Tapteng apabila ada keluarga yang sudah menggunakan narkoba yang ingin direhabilitasi bisa menghubungi call center kami di nomor 0811 6404 788,” tukasnya.

Semua upaya ini dilakukan dalam rangka memerangi peredaran narkoba dan menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba. Kepala BNNK Tapsel menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya ini dengan pesan, “Mari kita stop narkoba, War On Drugs: Speed Up And Never Let Up.”zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wali Kota Tanjungbalai Ikuti Raker Komisi II DPR RI, Mendagri Tekankan Penguatan Kapasitas Kepala Daerah
USU Menjadi Tuan Rumah The 5th IMT-GT UNINET Council Meeting
Percepat Penyelesaian PLTA Batang Toru, Wamen ESDM Tinjau Progres dan Dorong Akselerasi Lintas Sektor
PAD Sumut Tembus 50 Persen, Bapenda Optimistis Target Rp6,97 Triliun Tercapai pada 2026
Wamen Haji dan Umrah RI Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak Buka Perdana Pengajian Akbar Jemaah Haji Indonesia di Masjid Ar-Rifa'i TPI Medan
Pemprov Sumut Perkuat Kolaborasi IMT-GT Uninet, Sulaiman: SDM Berkualitas Kunci Kemajuan Daerah
komentar
beritaTerbaru