S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut
Medan sumut24.co Oknum Agent pengirim (penyalur) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia berinisial S alias Nino dan Na, Jumat
Hukum
Baca Juga:
Pantai Cermin I Sumut24.co
Aktivitas galian tanah urug di Dusun XII Desa Celawan Kecamatan Pantai Cermin yang merusak bangunan drainase dan Jalan Lapen Tahun Anggaran 2019 milik Pemkab Serdang Bedagai mendapat perhatian serius dari kalangan awak media, pasca pernyataan yang di sebutkan oleh pengawas pengusaha galian C inisial ” M ” asal Desa Melati Kecamatan Perbaungan,
” Itu orangnya yang foto foto kemarin diokasi dipikirnya kita mundur jangankan di foto kalau perlu di video masukan aja di tvOne langsung” Ucap Pria Berinisial ” M” Kepada para awak media di Kolam Pancing Desa Setempat di kolam pancing The Best ( Senin /24 Juli 2023).
Pantauan awak media saat menelusuri dan investigasi di lapangan, ternyata proyek galian tanah urug tersebut sudah berjalan 4 hari dan tanah urug tersebut di jual di kawasan Kotapari Kecamatan Pantai Cermin, kepada pengusaha pembibitan Kelapa Pandan.
” betol Bang pas tanahnya dijual di Kotapari lihat aja bang galian tanah urug itu cetak sawah,kondisi bangunan Drainase dan jalan lapen sekarang rusak padahal sebelumnya sudah kami sampaikan, malah dibilang nya akan diperbaiki setelah selesai”, ungkap Iwan (35) Warga sekitar galian.
Sementara itu Kasat Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Mhd. Wahyudi S.STP, M.Si, dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan akan menurunkan personilnya untuk menindak lanjuti informasi awak media ” siap bang Terimakasih infonya nanti personil akan kita turunkan sesuai alamat yang bang beritahukan”, ungkap Wahyudi.
Menangapi keresahan warga soal aktivitas Galian Tanah urug tersebut Ketua LSM Penjara Kabupaten Serdang Bedagai Persada Sipayung , menyampaikan bahwa kegiatan galian tanah urug tersebut jelas melanggar hukum dan aturan UU sebagaimana di perjelas dalam pasal 158 disebutkan ” setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar dan pasal 109 UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup”, pungkas P. Sipayung.
“Dalam upaya penegakkan supremasi hukum, kami minta aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus ini, apabila terbukti ditemukan adanya pelanggaran hukum maka semua yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tambah P. Sipayung. ( Marwan)
Medan sumut24.co Oknum Agent pengirim (penyalur) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia berinisial S alias Nino dan Na, Jumat
Hukum
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina melantik sebanyak 54 pejabat administrator dan pengawas di lin
News
Curanmor Rental PS Langit
kota
Polsek Medan Area Amankan Maling Spesialis Meteran Gas
kota
Deli Serdang Sumut24.coKetua DPRD Kabupaten Deli Serdang, Zakky Shahri menerima audiensi Mantan Atlet Voli Indonesia (MAVI) Koordinator Wi
Sport
Komunitas Salihara Arts Center bersama Grup Tari Asal TaiwanHadirkan Islands sebagai Dialog Tubuh dan Identitas
kota
Menuju Indonesia Emas 2045 Kasat Lantas Samosir Tanamkan Disiplin Lalu Lintas pada Generasi Muda di SMA Negeri 1 Palipi
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri gala dinner Asosiasi Wakil Kepala Daerah (ASWAKADA)
News
Ketua JMSI Sumut Apresiasi Kinerja Kasat Reskrim Polrestabes Medan
Info
sumut24.co TANJUNGBALAI , Pemerintah Kota Tanjungbalai memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meninjau
News