Badan Pengelola Toba Caldera dan Besarnya Harapan Masyarakat
MEDAN Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas
Wisata
Baca Juga:
MEDAN I Sumut24.co
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meresmikan Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Helvetia di Ballroom Rumah Sakit Mitra Medika Premiere, Jalan S Parman, Medan, Selasa (27/6). Hal ini diharapkan, akan menambah tempat belajar di Sumut, sehingga kedepan akan melahirkan lebih banyak tenaga medis yang bisa melayani masyarakat Sumut.
“Selamat atas pembukaan tempat belajar ini, sehingga banyak dokter-dokter kita yang akan berkiprah menjalankan profesinya sebagai salah satu ibadah untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat Sumut,” kata Edy Rahmayadi, dalam sambutannya.
Peresmian tersebut diawali dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut Saiful Anwar.
Turur hadir Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husein, Tokoh Masyarakat yang juga mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin, Ketua Yayasan Institut Kesehatan Helvetia Razia Begum Suroyo, dan Rektor Panca Budi Medan Muhammad Isa Indrawan.
Pada kesempatan tersebut, Edy Rahmayadi juga menyampaikan ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian semua pihak terkait. Di antaranya, saat ini tidak begitu banyak lagi orang dari luar Sumut yang menimba ilmu di daerah ini, khususnya Fakultas Kedokteran.
“Dulu mahasiswa Malaysia sekolah kedokterannya itu di Sumut, tapi sekarang kita pula yang berebut sekolah ke sana, apakah kemampuan dokter kita diragukan mereka atau hal lain yang perlu diperbaiki,” kata Edy Rahmayadi.
Untuk itu, Edy Rahmayadi berharap, kehadiran FK Institut Kesehatan Helvetia Medan mampu menghasilkan tenaga medis yang berkompeten. Tenaga medis Sumut yang tidak kalah dengan negara lain.
“Utamakan kejujuran, latih mereka mulai pendidikan hingga selesai mendapatkan gelar dokter,” harap Edy Rahmayadi.
Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Lukman mengatakan, pencapaian untuk menerima izin pembukaan Fakultas Kedokteran tidak mudah. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari memiliki rumah sakit, dosen dengan latar belakang ilmu kesehatan, peralatan kesehatan dan laboraturium.
“Alhamdulilah, hari ini Institut Kesehatan Helvetia telah mendapat izin, ini kerja keras dan komitmen sejak 2015 untuk melengkapi berbagai persyaratan,” katanya.
Dijelaskannya, setelah dibukanya moratorium Fakultas Kedokteran (FK) atau Program Studi (Prodi) Kedokteran yang baru, setidaknya ada 119 pengusulan dan setelah dilakukan skrining menjadi 55 untuk tahun 2023.
“Untuk di Medan ada 3 Institut Kesehatan yang telah mendapatkan izin yakni Institut Kesehatan Medistra, hari ini Institut Kesehatan Helvetia dan Institut Kesehatan Deli Husada, yang saat ini lagi berjuang melengkapi seluruh persyaratan,” jelasnya.
Rektor Institut Kesehatan Helvetia Medan Ismail Efendy mengatakan, hadirnya FK di Institut Helvetia Medan untuk membantu pemerintah dalam pemenuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter umum di Sumut. Dijelaskannya, berdasarkan standar WHO yang minimalnya 1 dokter per 1.000 penduduk, belum terpenuhi, karena dengan jumlah penduduk Sumut sebanyak 15 juta jiwa, idealnya membutuhkan 15.115 dokter.
“Saat ini Sumut hanya tersedia 5.126 dokter termasuk dokter spesialis dan Sumut masih membutuhkan 9.989 dokter, sehingga perlu melahirkan tenaga kesehatan yang cukup dan merata di Sumut sekaligus bisa memenuhi standar rekomendasi WHO,” jelasnya.
Dia berharap, Institut Kesehatan Helvetia bisa melahirkan dokter-dokter berkualitas, memiliki integritas tinggi dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Alhamduliah. hari ini kita telah menerima izin pembukaan Fakultas Kedokteran, jadi saat ini kita telah memiliki 3 fakultas yakni Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas kedokteran,†jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi bersama Rektor Institut Kesehatan Helvetia Ismail Efendy juga menandatangani kesepakatan kerja sama antara Pemprov Sumut dengan Institut Kesehatan Helvetia terkait sinergitas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).red
MEDAN Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas
Wisata
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan membuat jus sehat. Pelatihan ini berl
News
Direktur IGOWA Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda seSumut Jangan Berhenti di Seremonial
News
JNE Medan Gelar JLC Member Gathering 2026,Perkuat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bisnis Bersama Pelanggan
News
Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama,Tekankan Target Pembangunan Terukur
News
Berbagi Bareng Indonesia hadir sebagai Wadah bagi Orang Baik Menyalurkan Kebaikannya Medansumut24.co Semangat kepedulian dan keinginan untu
News
MEDAN SUMUT24 Jajaran Polsek Medan Area mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (DPD ARUN) Provinsi
Hukum
sumut24.co TEBING TINGGI, Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tebing Tinggi resmi dikukuhkan untuk masa bakti 20262028 di Gedung Saw
News
Wali Kota menyambut audiensi dan silaturahmi BPD HIPMI Sumut, di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota membuka Musyawarah Nasional XV UNIO Indonesia, yang digelar di CCPPU KAM
News