Senin, 18 Mei 2026

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provsu Sosialisasikan Program Kementan “Jaga Pangan”

Administrator - Senin, 19 Juni 2023 15:42 WIB
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provsu Sosialisasikan Program Kementan “Jaga Pangan”

Medan – Sumut24.co

Baca Juga:

Pada pameran Pekan Raya Sumatera Utara 2023, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provsu tidak mau ketinggalan dalam memamerkan capaian produksi pangan yang sudah dihasilkan kurun waktu beberapa tahun belakangan ini dan bagaimana upaya untuk mempertahankan target pencapaian swasembada dan produksi hasil pertanian tersebut.

Ir. Lusiantini, MM sebagai juru bicara dinas memaparkan bahwa sebagaimana diketahui beberapa komoditas tanaman pangan kita mengalami swasembada, seperti beras, jagung, cabe dan beberapa jenis sayur-sayuran.

Tantangan terbesar di bidang pertanian pada masa sekarang ini adalah adanya cuaca ekstrim Elnino (kemarau) serta alih fungsi lahan. Seperti diketahui elnino telah dialami oleh berbagai belahan dunia yang mana diperkirakan akan mengalami masa puncak pada bulan Juli – Agustus tahun ini.

Di sektor pertanian Sumatera Utara ini sendiri, efek elnino mengancam produksi tanaman pangan yaitu padi. Karena masa vegetative pertumbuhan tanaman padi sangat membutuhkan air. Untuk mengantisipasinya dinas pertanian menghimbau agar petani cepat menjalani proses kejar tanam.

Hal tersebut semata-mata untuk mengantisipasi masa kritis Elnino yaitu bulan Juli dan Agustus. Selain itu memakai varietas tanaman padi dari jenis yang tahan akan kekeringan, melakukan pembersihan gorong-gorong air dan pembersihan sampah.

Lusi melanjutkan, nasi sebagai makanan pokok utama penduduk Indonesia tidak bisa semata-mata diganti dengan makanan pokok lainnya. Seperti roti, ubi atau sejenisnya. Akan tetapi untuk mengantisipasi berkurangnya stok beras akibat perubahan iklim ekstrim elnino tersebut, Dinas Pertanian tidak menggantikan posisi nasi tetapi menghimbau agar mengurangi konsumsi nasi dengan menambah variable lain seperti sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai pelengkap, sehingga tujuan ketahanan pangan dapat berimbang tetap tercapai pada penduduk Indonesia.

Tantangan lain selain cuaca ekstrim adalah adanya alih fungsi lahan. Satu-satunya cara mengatasi alih fungsi lahan adalah dengan menggunakan teknologi. Sebagai contoh yaitu pemakaian tanaman padi varietas pendek dapat juga menjadi alternative yang sangat efektif. Kalau selama ini petani memakai IP2 (Indeks Pertahanan dalam satu tahun 2 kali masa panen), maka sekarang sudah ada jenis IP3 dan IP4. Yaitu setahun tanaman padi bisa mengalami masa panen tiga dan empat kali masa panen. Tidak mempengaruhi kwalitas beras yang dihasilkan. Seperti pemakaian tanaman padi dari jenis varietas pendek (86 hari sudah panen). Saat ini sudah diuji coba pada 10 ribu hektar lahan.

Terkait Elnino, Kementrian Pertanian tak henti-hentinya menghimbau agar masyarakat kita melakukan metode “Jaga Pangan”, yaitu metode tidak membuang nasi. Masaklah beras secukupnya agar tidak terbuang. Agar stok pangan penduduk Indonesia cukup ketika tiba masanya melalui masa puncak cuaca ekstrim nanti yang kemungkinan besar mengakibatkan produk pertanian banyak mengalami gagal panen.

Di PRSU 2023 kali ini produk pertanian yang ditampilkan adalah komoditas ekspor buah-buahan seperti manggis, semangka, alpukat, tomat, bunga kol, ubi rambat, wortel, labu, nenas serta benih dari unit pelaksana teknis berbagai daerah.

Bibit yang dipamerkan adalah berupa biji-bijian tanaman pangan dan hortikultura sayuran, buah serta benih tanaman. Selain itu dipamerkan juga pestisida nabati dan pupuk organik yang diracik sendiri oleh Dinas Pertanian. Tujuan produksi pestisida nabati ini adalah untuk menjaga lingkungan , mengurangi dampak pemakaian pupuk kimia. Karena bersifat non residu, pestisida nabati ini pastinya aman bagi pemakainya, tutupnya. (w04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Muhammad Furqan Alfaruqiy, USU Dorong Penguatan Narasi Besar Indonesia Untuk Menyiapkan SDM Masa Depan Bangsa
Oknum HRD PT BIG Diduga Mengetahui Gaji Ratusan Buruh PT BIA Dipungli Rp10 Ribu dan Buruh Aktif Diwajibkan Menandatangani Surat Pengunduran Diri Sepih
Reza Fakhrumi Tahir: Pejabat Berobat ke Luar Negeri Hak Pribadi
Kadis Kominfo , Tekankan Peningkatan Kinerja dan Kedisiplinan Pegawai
Panen Raya Jagung Kuartal II 2026, Polres Padangsidimpuan Targetkan Produksi 90 Ton untuk Dukung Swasembada Pangan
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna Ikuti Zoom Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih, Dorong Penguatan Ekonomi Desa
komentar
beritaTerbaru