Polda Sumut Ungkap Home Industri Vape Getar di Sunggal
Polda Sumut Ungkap Home Industri Vape Getar di Sunggal
kota
Palas I Sumut24.co
Baca Juga:
Solidaritas Aktivis Mahasiswa Padang Lawas atau yang akrab disebut dengan SAMPAL kabupaten Padang Lawas (Palas),Sumatera Utara (Sumut) hari ini, Kamis (25/5/2023) melaksanakan aksi damai di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Sibuhuan dalam rangka menyikapi dan mempertanyakan terkait dengan perkembangan adanya 1 orang pekerja yang meninggal dunia akibat jatuh dari lantai 2 pada proyek pembangunan Kantor PN Sibuhuan beberapa hari lalu.
Dari pantauan awak media di lokasi, aksi damai tersebut dimulai sekitar pukul 09.45 WIB dan mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.
Aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk pertanyaan atas perkembangan terhadap adanya 1 orang pekerja yang meninggal dunia akibat jatuh dari lantai 2 pada proyek pembangunan gedung Pengadilan Negeri Sibuhuan beberapa hari yang lalu.
“Hari ini kita sengaja turun ke jalan dan menyampaikan aspirasi karena ingin menanyakan perkembangan terkait kejadian ini kepada pihak PN Sibuhuan yang memang dalam hal ini bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek pembangunan gedung PN Sibuhuan tersebut”, Cetus Freddy Manda Syaputra selaku koordinator aksi.
Kejadan ini telah menyita perhatian publik khususnya di Kabupaten Padang Lawas karena merupakan kejadian yang berhubungan dengan keselematan dan nyawa, ungkap Freddy kepada awak media.
Kita ingin PN Sibuhuan sebagai PPK dalam proyek ini melakukan pemanggilan dan melakukan evaluasi terhadap pihak kontraktor (PT Bumi Putri Silampari sebagai penyedia konstruksi dan PT Marga Sarana Bhumi selaku pengawas proyek) karena kami menduga jika perusahaan tersebut tidak menyediakan APD dan menerapkan K3 untuk pekerja.
“Ini pekerjaan besar yang didalamnya terdapat resiko yang semestinya menjadi perhatian kontraktor demi menjaga keselamatan para pekerja dan sebagai upaya dalam meminimalisir resiko pekerjaan yang dijalakan”, Ujar Freddy yang didampingi oleh Ilham Soleh Harahap selaku koordinator lapangan pada aksi tersebut.
Lebih lanjut disampaikan oleh Ilham Soleh Harahap selaku koordinator lapangan aksi bahwa dalam hal ini kami juga meminta kepada Bapak Kapolres Padang Lawas untuk tegas dalam rangka penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih kepada siapapun di Wilayah Hukum Kabupaten Padang Lawas, khususnya dalam kejadian kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya 1 orang pekerja pada proyek tersebut, Tegas Ilham.
Proyek Pembangunan gedung PN Sibuhuan ini memakan biaya hingga 43 miliar dan ini biaya yang besar serta akibat dari biaya yang tidak kecil tersebut seharusnya pihak kontraktor menerapkan secara penuh pemakaian APD dan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang lengkap bagi seluruh pekerja, ungkap Ilham.
Kami berharap kejadian ini dapat dibuka selebar-lebarnya kepada masyarakat apa yang sebenarnya terjadi mengapa korban bisa sampai terjatuh hingga meninggal dunia, Kami menduga adanya kelalaian pihak pengawas proyek dalam mengawasi pekerja dan kami juga menduga jika dalam hal ini perusahaan telah melanggar hukum dan undang-undang dalam mengerjakan proyek ini sehingga mengakibatkan adanya korban , tutup Ilham.zal
Polda Sumut Ungkap Home Industri Vape Getar di Sunggal
kota
Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau
kota
Keseriusan Pemkab Simalungun bersama Kemendagri Kawal Investasi Cable Car Danau Toba Sesuai Regulasi
kota
Dekranasda Simalungun Promosikan Wastra Khas Daerah di Acara BTN Indonesia Fashion Week 2026
kota
Wali Kota menghadiri Peresmian Renovasi Makam Tokoh Simalungun dr. Djasamen Saragih Sumbayak, di Aman Raya Kabupaten Simalungun
kota
Sekda menjadi Pembina Upacara Bendera di UPTD SMP Negeri 12
kota
Pengedar Sabu Asal Banten Dibekuk di Padangsidimpuan, Polisi Sita 16,74 Gram Sabu dan 4 Butir Ekstasi
kota
Menuju Indonesia Emas 2045, Wabup Atika Dorong Transformasi STAIN Madina Jadi IAIN
kota
Ketua Umum JMSI Heboh Senjata Nuklir Iran Keluar Jauh dari Konteks Asli
News
TAPANULI SELATAN Sumut24.co Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan pada penghujung 2025 meninggalkan l
News