Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
Baca Juga:
Kalsel I Sumut24.co
Masyarakat dihebohkan dengan video yang viral, dan memperlihatkan sebuah kapal tongkang batu bara yang menghancurkan puluhan rumah warga. Kejadian tersebut terjadi di Desa Kaladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Terlihat dalam video yang beredar, warga yang merekam detik-detik kapal tongkang tersebut sampai histeris. Bukan hanya rumah warga, namun juga warung-warung yang terbuat dari bangunan non permanen itu sampai hancur lebur.
Berdasarkan keterangan dari warga setempat, sebelum kapal tongkang tersebut menabrak rumah warga, cuaca sedang buruk. Gerimis dan angin sangat kencang melanda wilayah tersebut.
Cuaca buruk, utamanya angin kencang itu membuat dua kapal tongkang yang sedang ditambatkan talinya sampai lepas. Tak hanya itu, jangkar penambatnya juga ikut tercabut lepas.
“Sementara, ada 36 rumah hancur,†kata Kepala Desa Kaladan, Muhammad Faleh.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kendati demikian, kerugian yang muncul akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Hantaman kapal tongkang CMB dan Rimau sekira pukul 16.30 WITA tersebut juga membuat puluhan alat transportasi air milik warga ikut hancur. Bahkan RT yang ikut terdampak juga tak sedikit yakni RT 03, 04, 05, dan 06.
Video tersebut juga dibagikan sejumlah akun Instagram kondang, salah satunya @net2netnews pada Sabtu, 22 April 2023. Warganet ikut prihatin atas insiden tersebut, dan berharap masyarakat yang rumahnya jadi korban bisa mendapat ganti rugi.
“Semoga diganti yang sesuai,†ucap seorang warganet di akun Instagram @net2netnews.
“Pusing dah tuh bosnya,†kata warganet lainnya.
Kejadian ini bukanlah yang pertama kali di area tersebut. Pasalnya pada Agustus 2021 lalu kecelakaan kapal tongkang menimpa lima rumah warga di Desa Sungai Salai Hilir.
Anggota Komisi IV DPRD Kalsel Wahyudi Rahman mendesak adanya kajian ulang terkait regulasi sistem transportasi sungai. Dia berharap musibah tersebut tak lagi terjadi di wilayah tersebut.
Wahyudi mengatakan bahwa jalur transportasi air untuk angkutan batubara sangat rentan kecelakaan. Kondisi itu diperparah dengan belum adanya Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Petugas Pandu dan Sistem Telekomunikasi Pelayaran atau Vissel Traffict Service (VTS), serta Kapal Assist berfungsi membantu kapal melakukan olah grafik ketika melintasi wilayah perairan yang menjadi pemukiman masyarakat pesisir sungai.red
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
1,2 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Deli Serdang, Tiga Tersangka Gagal Edarkan Ribuan Dosis Narkoba".
kota
Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau
kota
HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAFJakartasumut24.coAdaptasi musika
Umum
sumut24.co Medan Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 T
kota
Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan VLangkatsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada mengge
Umum
sumut24.co MedanKonsulat Jenderal (Konjen) India di Medan akan menggelar Acara Promosi Pariwisata IndiaSumatra di Grand Mercure Hotel,
Umum
Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar
kota
Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan
kota
Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan
Politik