Baca Juga:
Tebingtinggi|Sumut24.co
Salah satu upaya untuk mengatasi pengendalian inflasi dan pencegahan stunting saat ini khususnya di kota Tebingtinggi, pemerintah kota melalui dinas pertanian setempat bersama satuan tugas (satgas) pangan Tebingtinggi melakukan pencanangan tanaman cepat panen dan peningkatan produksi melalui sistem pembuatan elisitor biosaka, Jumat (24/2) diareal kelompok tani (koptan) Barokah dan Al Amin Tangguh Kelurahan Deblot Soendoro Kecamatan Padang Hilir
Turut hadir Pj.Wali Kota Tebingtinggi,Muhammad Dimiyathi, Kapolres AKBP Kunto Wibisono, Danramil 13 Kapten (Inf) Yudi Chandera,Ketua TP. PKK,Kadis Ketapang dan Pertanian Marimbun Marpaung,Plt Camat Padang Hilir dan Kabag Ekonomi Nasrullah,serta lurah sekecamtan Padang Hilir
Pj.Wali Kota Tebingtinggi dalam sambutannya mengatakan,pencanangan tanaman cepat panen di tahun ini merupakan salah satu dari enam upaya untuk pengendalian inflasi daerah sebagiamana di intruksikan presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. “Pencanangan tanaman cepat panen ini kita perlu berkolaborasi dan tidak bisa berdiri sendiri” kata Dimiyathi
Disampaikannya juga,untuk mengantisipasi pengendalian inflasi di kota Tebingtinggi, pemerintah kota melelaui dinas perdagangan melaksanakan pasar pengendalian harga pangan terutama menghadapi bulan suci ramadhan dan hari idul fitri 1443 H
“Kita harapkan melalui pencanangan tanaman cepat panen ini, inflasi yang kita prediksi selama bulan Ramadhan dan hari Idul Fitri untuk persedian pangan bagi warga kota dapat terpenuhi,serta tanaman cepat panen melalui sistem pembuatan elisitor biosaka ini untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga dan konsumsi dapat terpenuhi”harapnya
Sebelumnya,kadis Ketapang dan Pertanuan, Marimbun Marpaung menyampaikan,dinas ketahanan pangan dan pertanian Tebingtinggi selaku instansi OPD teknis, mempunyai tanggung jawab untuk peningkatan produksi pertanian. Bagaimana mengedukasi masyarakat untuk mengurangi ongkos produksi dengan memberikan edukasi berupa bio enzim,eku enzim dan juga biosaka.
” Inflasi akan tertekan sendiri bila kita melaksanakan pengolahan pertanian secara kontinyu di lapangan minimal ongkos produksi di tingkat rumah tangga bisa dikendalikan,” kata Marimbun
Kegiatan itu ditandai dengan sosialiasi pembuatan elisitor biosaka dan pemberian bantuan pupuk dan bibit tanaman kepada kelompok tani.(SAS)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News