Baca Juga:
SERGAI I Sumut24.co
Baru sekitar dua bulan selesai diperbaiki, jalan pada Jembatan Titi Besi perbatasan Kabupaten Deli Serdang dengan Serdang Bedagai (Sergai), sudah rusak lagi.
Pengamatan, 0Kamis (16/2/2023) pagi, parahnya ada titik baru dari kerusakan jalan di jembatan tersebut. Yaitu persis di bagian tengahnya dengan kondisi aspal sekitar hampir semeter sudah keropos dan besi pondasi yang menganga.
Selain itu, jalan pada jembatan yang baru diperbaiki di November 2022 pun, juga tampak dalam kondisi mulai rusak. Posisinya persis di bagian tengah dari jembatan. Sejumlah besi sebagai pondasi aspal terlihat telah menyembul ke atas. Kondisi tersebut baru berlangsung dua hari ini.
“Kurasa bulan depan uda mutar lagi dari Pulau Gambar ini,” keluh seorang sopir ekspedisi kepada metrodaily.jawapos.com, kemarin sore.
Sopir muda yang kerap melintas di Jalan Lubukpakam-Dolok Masihul ini sangat menyayangkan bilamana Jembatan Titi Besi kembali rusak dan ditutup.
“Mau enggak maulah lewat jalan lintas utama, padahal menjelang akhir tahun lalu (Jembatan Titi Besi) baru diperbaiki, eh ini sudah mau hancur lagi. Tentu tambah jauh kalaupun mutar dari Pulau Gambar menuju Tebing Tinggi,” ungkapnya.
Padahal sebenarnya, imbuh dia, jalan alternatif tersebut lebih dekat mengarah ke Kota Tebingtinggi. Dibanding harus lewat jalan utama maupun melalui Jalan Pulau Gambar yang cukup memakan waktu dan kondisi jalan yang sempit, lantaran melewati banyak pemukiman penduduk.
“Membantu kami kali kalau lewat dari sini (Lubukpakam-Dolok Masihul). Lebih cepat, kendaraan pun tidak begitu padat seperti dari jalur utama.
Catatan wartawan, perbaikan jalan pada Jembatan Titi Besi atau juga dikenal sebagai Jembatan Sei Ular, telah dilakukan dua kali. Yakni sejak 2021 dan 2022. Pada tahun anggaran 2021, Pemprov Sumut melalui instansi terkait sudah memperbaikinya namun usianya hanya bertahan sekitar delapan bulan saja, sebelum mengalami kerusakan kembali.
Selanjutnya di November 2022, pengerjaan perbaikan pada dua titik kerusakan jalan jembatan itu dilakukan lagi. Penyelesaian pekerjaannya yang jelang tahun baru tersebut pun, memaksa masyarakat mesti memutar dari jalan Desa Tambak Cekur dan Desa Pulau Gambar (jika dari arah Kecamatan Galang).
Diketahui, Jembatan Sei Ular ini merupakan penghubung antar tiga kabupaten/kota. Yakni Deli Serdang, Sergai, dan Tebing Tinggi. Sehingga kewenangannya menjadi domain Pemerintah Provinsi Sumut. Mayoritas pengguna jalan yang melewati rute dimaksud selain masyarakat sekitar, ialah para sopir angkutan barang, galian C, tangki, dan sejenisnya. Jalur alternatif ini pun masih menjadi primadona masyarakat yang ingin menuju ke Kota Tebing Tinggi dan Kota Pematang Siantar, meski jalur tol Medan-Tebing Tinggi sejak beberapa tahun lalu telah dibuka oleh pemerintah. Red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News