TOBASA | SUMUT24
Baca Juga:
Negara sedang dalam keadaan darurat, ideologi Pancasila sebagai dasar negara sejak berdirinya NKRI hingga hari ini masih tetap di junjung tinggi keutuhannya. Namun beberapa bulan terakhir, keutuhan tersebut telah dicedarai oleh sekelompok orang yang tak bertanggungjawab demi kepentingan politik.
Untuk itu, mahasiswa Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Sumut, menyatakan siap untuk menjaga dan membela keutuhan NKRI agar tidak terpecah belah. Hal ini seperti yang dikatakan Ketua DPD POSPERA Sumut, Liston Hutajulu,ST, saat memberikan materi pembekalan pemahaman politik kepada kader-kader Dewan Mahasiswa POSPERA SUMUT yang digelar di Hotel Satia Cottege, Kabupaten Tobasa.
Acara yang digelar dari tanggal 12-14 Mei 2017 itu, turut dihadiri Ketua Dewan Pembina POSPERA, Nicodemus Sitanggang, ST, Wakil Ketua DPRD Nisel, Elisati Halawa, Anggota DPD POSPERA, dan 150 orang mahaiswa kader POSPERA yang tergabung dari 13 kampus se-SUMUT termasuk mahasiswa drain kepulauan Nias.
“Jadi kita ingin mengajak seluruh mahasiswa untuk peduli kepada NKRI, disini kita berikan mereka pemahaman politik materi tentang dasar2 pergerakan pemuda dan mahasiswa, baik segi ekonomi politik, serta deklarasi penryataan sikap Dewan Mahasiswa POSPERA Sumut tentang NKRI,” kata Liston.
Ditambahkannya, pihaknya menolak organisasi yang bertolak dengan ideologi negara yakni pancasila, serta mendukung pemerintah membubarkan organisasi radikal.
“Kami nyatakan dengan tegas bahwa pancasila dan UUD 1945 tidak akan pernah dapat di ubah, NKRI harga mati,” tegasnya.
Untuk itu, POSPERA SUMUT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpecah oleh isu perbedaan agama. (rel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News