TAPSEL: “TAK PERNAH SELESAI” HARUS BERUBAH MENJADI “TETAP PASTI SELESAI”
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
Serdang Bedagai|SUMUT24
Baca Juga:
Dalam berfilosofi, orang Jawa seringkali menggunakan unen-unen (peribahasa) untuk menata hidup manusia. Makna dari ungkapan-ungkapan Jawa ini seringkali tidak dipahami oleh sebagian besar keturunan etnis Jawa di era modern ini. Maka tidak salah, jika muncul sebutan, “Wong Jowo sing ora njawaniâ€.
Hal ini diungkapkan Ir H Soekirman selaku Pembina Paguyuban Temu Kangen Bedah Budaya, Kamis (2/1) di Aula Rumah Dinas Bupati Sergai yang dihadiri warga Jawa dari kecamatan-kecamatan.
Dalam acara tersebut hadir Pembina Pendowo Kota Medan Ryanto Ahgly SH didampingi Bambang Sumantri, sebagai Tamu Kehormatan dalam guyub yang diselenggrakan secara rutin Paguyuban Temu Kangen Bedah Budaya.
Paguyuban Temu Kangen Bedah Budaya sudah berdiri 12 tahun dan kini dipimpin oleh pini sepuh Jawa Ponirin. Selaku Pimpinan Paguyuban Temu Kangen Bedah Budaya Ponirin menyebutkan, paguyuban ini berkembang pesat dalam menggali nilai-nilai budaya Jawa.
Sementara secara gamblang Ir H Soekirman yang juga Bupati Sergai memaparkan, paguyuban ini digelar dengan pola guyub, saling asah, asih dan asuh tentang segala hal. Terutama filosofi Jawa yang dinilai sebagai hal yang kuno, ndeso dan ketinggalan jaman.
Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Warisan budaya pemikiran orang Jawa ini bahkan mampu menambah wawasan kebijaksanaan dan mengajarkan hidup kita agar senantiasa “Eling lan Waspodoâ€.
Dalam acara Paguyuban Temu Kangen Bedah Budaya, Kamis (2/3) membahas tentang unen-unen “Mangan Ora Mangan Kumpul”, “Pandhita Antelu” dan “Basa lan Sastra Jawa Ora Bakal Cures”.
Ketiga unen-unen ini dibahas secara detail akan makna yang terkandung didalamnya dan secara bergilir dibaca secara bergilir yang dipandu Ir H Soekirman. Tidak terkecuali Rianto Ahgly SH selaku Pembina Pendowo Medan dan Owner Harian SUMUT24 yang hadir sebagai Tamu Kehormatan, membaca unen-unen yang penuh makna filosofi hidup.
Suasana Paguyuban Temu Kangen Bedah Budaya ini berlangsung penuh kekeluargaan dalam tatanan sopan santun. Saling berbagi ilmu untuk menambah wawasan tanpa membedakan status sosial.
Masyarakat Jawa punya nilai-nilai filosofi dalam menjalani kehidupannya. Setiap hal selalu punya makna yang dalam sehingga sesuatu yang kecil dan tak berarti pun jadi istimewa bagi masyarakat Jawa. Ini juga yang melatar belakangi kehidupan keluarga Jawa begitu akrab, hingga orang-orang jadi tertarik dan bisa berbaur di tengah-tengah masyarakat Jawa. (R02)
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
sumut24.co MedanTelkomsel resmi meluncurkan Virtuship, platform magang virtual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan
Ekbis
sumut24.co SUBULUSSALAM, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerin
News
sumut24.co MedanKehidupan pers dalam era disrupsi informasi saat ini, menuntut kecepatan dan harus adaptif dengan perkembangan zaman serta
Umum
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) guna mendukung keamanan pemb
kota
sumut24.co JakartaPerubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan kepraktisan dalam merencanakan perjalanan terus mendorong transformasi
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Tim Evaluasi Lomba TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 turun langsung ke Kabupaten Asahan, Kamis (13/8/202
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupat
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring dalam rangka Hari Kes
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerin
News