KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diamankan
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Medan I Sumut24.CO Warga Medan kerap menemui orang dan para pekerja menggali tanah di tepi badan jalan. Aktivitas tersebut berupa penggalian, mengulur-ulur kabel, memasang bis beton, lantas selang beberapa saat ditutup lagi.
Baca Juga:
Banyak tutupan baru tak dikembalikan seperti semula sehingga saat hujan permukaan tanah menjadi becek, tergenang atau bahkan amblas. Selain itu, di atas bahu jalan banyak tumpukan tiang jaringan internet, sehingga terlihat semrawut dan mengganggu keindahan kota.
Melihat kondisi itu, Farid Wajdi dari Founder Ethics of Care mengungkapkan, gali lubang tutup lubang bukanlah hal yang dilarang, namun tentu sifatnya kondisional. Bekas galian minimal dikembalikan kepada seperti keadaan semula.
Aktivitas proyek gali lubang tutup lubang yang cukup mengganggu banyak terlihat di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, salah satunya di Jalan Ambai, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung.
“Memang proyek penggalian jalan seringkali dilakukan secara bergilir oleh beberapa pihak, sehingga waktu pengerjaannya tidak serentak. Banyak proyek penggalian jalan selesai dilakukan dan jalan dikembalikan ke kondisi seperti semula, diadakan lagi proyek lain yang serupa, jadi jalan harus digali lagi.
Farid Wajdi menyayangkan proyek penggalian jalan yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas kehidupan warganya ternyata justru menimbulkan dampak yang kurang baik.
“Seringkali pembangunan saluran air limbah, saluran air hujan, dan pemasangan tiang jaringan internet di jalan-jalan yang pelaksanaannya kurang diawasi malah justru mengganggu aktivitas masyarakat,†papar advokat senior ini.
Kondisi jalan setelah diadakannya proyek penggalian pun tidak menjadi lebih baik. “Cukup mengherankan juga, mengapa proyek untuk umum itu sama sekali tidak ada pertanggungjawabannya kepada publik. Kondisi itu sangat mengganggu dan meresahkan. Terkesan kontraktor seenaknya menggali ruas jalan yang ada dengan cara melakukan penggalian dan pemasangan tiang maupun kabel di wilayah bahu jalan, padahal itu melanggar hukum,†ujarnya.
Terlepas dari dimensi hukumnya, kata Farid, mengapa dalam melaksanakan proyek terkesan tidak punya perencanaan yang matang? Atau memang jangan-jangan karena para kontraktor lebih suka gali lubang tutup lubang. “Atau bahkan lebih parah lagi, pandai menggali lubang, tapi selalu lupa tutup lubang? Apakah mungkin, para kontraktor membuat skenario dari gali menggali lubang itu adalah proyek lagi,†jelasnya.
Jadi dari waktu ke waktu, lubang di sini digali, lalu ditutup seadanya dengan melubangi yang lain. Setelah itu, lubang tersebut dibiarkan menganga, atau ditutup lagi, tapi menyisakan tanah galian sehingga mengganggu kenyamanan publik.
“Padahal, kontraktor harusnya bertanggungjawab memulihkan kondisi bekas galian untuk menjadi lebih lagi. Ke depan pemerintah perlu membangun jaringan under ground jaringan listrik dan komunikasi. Jaringan kabel yang ditanam di dalam tanah yang didesain sedemikian rupa sehingga mengurangi dampak terhadap berbagai gangguan di dalam tanah,†tutur Farid Wajdi.
Oleh karena itu, dikatakannya lagi, tidak adanya jaringan kabel listrik dan telekomunikasi di sisi kanan dan kiri jalan ini dapat mengurangi kesemrawutan jaringan, karena hal itu merusak estetika kota.(red-1)
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
News
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembanguna
Hukum
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News