Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Baca Juga:
Panyabungan,Sumut24.co Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Siar Nasution, SP didampingi Kepala Bidang Holtikultura, Khoiruddin Bahri, SP mengunjungi kelompok tani karya bersama di Desa Manyabar Jae, Kecamatan Panyabungan, Selasa (13/9/22).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut rapat Bupati, HM Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi Nasution bersama Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di Kantor Gubsu beberapa waktu lalu terkait penekanan inflasi tanaman holtikultura di dalam negeri khususnya di Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Dinas Pertanian Madina mengatakan, Gubernur Edy menyebut Kabupaten Madina perlu menekan inflasi jenis tumbuhan cabai merah dan cabai rawit. Sementara jenis tumbuhan lainnya dan ternak masuk kategori surplus atau sudah melebihi hasil biasanya.
Siar menjelaskan, saat ini kelompok tani binaan di Manyabar Jae telah memulai bercocok tanam cabai jenis kaliber (cabai setan). Jenis cabai ini memiliki kualitas yang tinggi dan mudah dirawat.
Rencananya, dalam penganggaran di P-APBD tahun 2022, Dinas Pertanian akan membagikan bibit cabai kaliber beserta pot kepada kelompok tani binaan di Kecamatan Panyabungan dan Pantai Barat.
Biasanya, bibit cabai tidak memiliki pot, namun akibat keterbatasan lahan para kelompok tani binaan. Apabila terwujud, masyarakat yang terdaftar sebagai kelompok tani sudah bisa bertani di lingkungan rumah maupun lahan yang kategori kecil.
“Penekanan inflasi cabai merah dan rawit ini akan kita tindaklanjuti. Tadi sudah bincang-bincang dengan para petani bahwasanya peluang mengembangkan cabai tersebut sangat besar,” katanya.
Eks Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Madina ini berharap kelompok tani karya bersama membagikan ilmunya kepada kelompok tani yang lain, dengan tujuan agar sama-sama menguasai ilmu menanam cabai kaliber.
“Pak Asran (ketua kelompok tani karya bersama) kan, sudah menguasai ilmu menanam cabai setan ini. Saya lihat bagus hasilnya tadi di kebun miliknya. Sudah saya perintahkan mengajari petani lainnya” jelasnya.
Ketua kelompok tani karya bersama, Ali Asran Nasution mengaku baru kali ini menanam cabai jenis kaliber. Awalnya, dia tergiur ajakan sahabatnya di Jogjakarta tentang peluang bercocok tanam cabai kaliber.
Asran menerangkan, perawatan cabai kaliber ini lebih mudah 50 persen dibanding perawatan cabai biasa lainnya. Sementara jangka waktu tanam hingga panen memakan waktu 100 hari.
“Cabai yang biasa digunakan untuk masakan ayam penyet di cafe cafe adalah menggunakan cabai ini. Tekanan pedas sungguh tinggi, harganya pun mencapai Rp 120 perkilo,” imbuhnya.
Asran juga menyebut bibit cabai tersebut belum bisa didapatkan di Madina, ia terpaksa memesan bibit untuk kebutuhan lahan 2 hektar melalui belanja online.
“Kalau ada petani cabai ini paling masih terhitung berapa batang. Kalau boleh saya bilang, baru saya bertani cabai kaliber dalam jumlah besar,” tambahnya.zal
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota