Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
News
TOBA I SUMUT24.co Balita (Bayi lima tahun) sekarang ini adalah masa depan kita, pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang. Kalau orang ini stunting semua, kurang gizi, bagaimana kita dipimpin orang seperti itu.
Baca Juga:
- Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
- Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Disdik Sumut Berlakukan PJJ 16–21 Oktober 2026
- Kabut Asap Masuk Sumut, Bobby Nasution Imbau Pembelajaran Jarak Jauh dan Minta Kepala Daerah Pantau Kualitas Udara
Demikian Sambutan Bupati Toba Poltak Sitorus, yang disampaikan oleh Henry Silalahi selaku Kepala Dinas PMD-PPA Kabupaten Toba, pada acara pertemuan/pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka percepatan penurunan/pencegahan stunting (kondisi gagal tumbuh pada Balita) di Kabupaten Toba di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba, Kamis (7/7/2022).
Dalam acara pembinaan yang ikuti para kader ini, tampil 2 narasumber, Tomson Purba dari Dinas PMD Provinsi Sumatra Utara dan Rizal Effendi dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri.
Diketahui jumlah yang mengalami stunting di Kabupaten Toba sebanyak 999 kasus pada tahun 2021, dan pada Februari 2022 sudah menurun menjadi 585 kasus. Harapannya di akhir tahun ini bisa turun lagi hingga 200 sampai 100 kasus, meskipun tidak bisa sampai 0.
Sementara Rizal Effendi menyebutkan, adapun tujuan pelatihan ini, adalah untuk peningkatan kapasitas KPM di desa.
KPM di desa bertugas untuk melakukan pendataan dan pendampingan, serta memberikan masukan, bagaimana asupan gizi yang cukup untuk ibu hamil, dan bagaimana merawat bayi sejak dalam kandungan, atau di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Faktor lain penyebab stunting adalah kebersihan diri, kebersihan lingkungan, sanitasi yang baik, dan ketersediaan air bersih.
KPM juga harus memastikan, ibu dan bayi mendapatkan layanan kesehatan. Dan dengan data yang akurat, bantuan seperti pemberian makanan tambahan pada balita, akan menjadi tepat sasaran.
Stunting , lanjutnya,dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan otak dan fisik, sehingga nantinya prestasi belajar menjadi rendah, mudah sakit, dan perkembangan tubuh yang tidak optimal sesuai dengan usia.
“Stunting perlu diatasi untuk menjadikan anak-anak dari tanah Batak di Kabupaten Toba ini bisa menjadi cerdas dan unggul,” katanya mengakhiri. (Hans)
Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
News
Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Disdik Sumut Berlakukan PJJ 16&ndash21 Oktober 2026
News
Kabut Asap Masuk Sumut,Bobby Nasution Imbau Pembelajaran Jarak Jauh dan Minta Kepala Daerah Pantau Kualitas Udara
kota
sumut24.co ASAHAN, Aktivitas pertambangan Galian C yang beroperasi di wilayah Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, kembali menjadi soro
News
Dua Spesialis Curanmor di Jalan Gurila Diberi Tindakan Tegas Terukur
kota
Temui Majelis Taklim Halimah, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Bersinergi Jaga Kamtibmas
News
40 Orang Positif Narkoba Diamankan saat Penggerebekan dI Gg Jati Panglima Denai
News
Cegah Gangguan Pernapasan, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Bagika nMasker kepada Warga Binaan
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi meluncurkan program Bus Perintis di Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026)
News
sumut24.co ASAHAN, Praktik dugaan pungutan liar mencuat di lingkungan RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Kabupaten Asahan, se
News