Gerebek Markas Narkoba Mencirim Kampung, Bandar Disergap dan Pistol Hingga Sejumlah Sajam Disita
Medan sumut24.co Tim Gabungan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan BNNP Sumut Ditresnarkoba Polda Sumut dan Satpol PP, Jumat (16/1
Hukum
PAKPAK BHARAT I SUMUT24.co Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mengunjungi kawasan hutan kayu kapur di Kecamatan Pagindar, Kabupaten Pakpak Bharat (03/07). Rombongan tim peneliti dan tenaga ilmiah serta tim dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara ini bertolak dari Kantor Bupati Pakpak Bharat dengan mengambil rute Salak-Lagan-Pagindar dengan waktu tempuh yang relatif singkat.
Baca Juga:
Ekpedisi ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan hutan kapur dan kemenyan menuju geopark Internasional yang dibentuk atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dengan Universitas Negeri Medan. Ribuan pohon kapur dan kemenyan memang masih tersimpan dikawasan ini dan ditengarai akan mengalami kepunahan bila tidak dijaga dan dilestarikan sejak saat ini.
Perjalanan hari ini adalah untuk memperkenalkan keberadaan dan potensi kayu kapur dan kemenyan yang banyak kita temui diwilayah ini, kedepannya lokasi ini akan kita jadikan sebagai kawasan dan destinasi wisata alam, pohon-pohon kapur ini akan kita lestarikan dan jaga, ucap Bupati dilokasi.
Kita berharap dengan adanya kerjasama ini, akan bisa lebih mengangkat serta menambah nilai ekonomi masyarakat kita, dimana kita ketahui bersama dari sejak lama bahwa kayu kapur dan kemenyan dari Pakpak Bharat sudah dikenal dunia sejak ribuan tahun lalu, ini bisa dibuktikan dengan adanya jejak perdagangan kuno di Barus dengan komoditi perdagangan utama berupa Kapur, kemenyan, ombil dan sebagainya yang nota bene berasal dari Pakpak Bharat saat ini, ungkap Bupati kemudian.
Prof. Umar Zein, salah seorang peneliti yang ikut dalam rombongan ini mengungkapkan rasa takjub dan kagum atas keberadaan pohon-pohon purba ini.
Sungguh seperti mimpi saja rasanya, menyaksikan ribuan pohon purba yang telah melegenda sejak ribuan tahun lalu, ucap dia dilokasi.
Kayu kapur merupakan jenis kayu perdagangan dan juga menghasilkan produk non kayu berupa getah Kristal yang popular dengan sebutan kapur atau kamper serta minyak kapur yang popular disebut ombil. Bersama kemenyan, komoditi ini telah lama menjadi incaran para pedagang dunia karena memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Dalam kisah perdagangan kuno, kapur dan kemenyan ini menjadi salah satu komoditi yang paling diminati diberbagai belahan dunia termasuk Mesir yang konon menggunakan kapur dan kemenyan sebagai bahan pengawet pada mumi.
Turut bersama Bupati dalam perjalanan ini diantaranya Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd, Ketua TP PKK Pakpak Bharat, Ny. Juniatry Franc Tumanggor, Ketua Pokja Bunda Paud Pakpak Bharat, Prof. Sri Minda Murni, MS, sejumlah peneliti dan tenaga ilmiah dari Dinas Kehutanan Sumatera Utara, Peneliti dan tenaga Ilmiah dari Universitas Negeri Medan, jurnalis dan wartawan serat sejumlah undangan lainnya.
Kedepanny kita akan membangun sebuah galleri yang nantinya akan kita gunakan sebagai sarana memperkenalkan kapur dan kemenyan dari Pakpak Bharat kepada masyarakat umum, ucap Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin di lokasi.
Dalam perjalanan ini juga dilakukan diskusi tentang upaya pelestarian dan pemanfaatan hutan kapur dan kemenyan serta produk hutan lainnya.(rbm)
Medan sumut24.co Tim Gabungan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan BNNP Sumut Ditresnarkoba Polda Sumut dan Satpol PP, Jumat (16/1
Hukum
Tim Kuasa Hukum PT Tun Sewindu Bantah Jokowi Laporkan Kepala Satpol PP Deli Serdang ke Polda Sumut
News
Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah
News
Kejagung Jemput Paksa Direktur PT TPL, Dugaan Korupsi Transfer Pricing Rugikan Negara Rp2 Triliun
News
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melatih 1.041 penyandang disabilitas selama Januari hingga Oktober 2026. Sebagian be
News
sumut24.co MedanPekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Medan mendapat perhatian serius dari
Umum
sumut24.co JakartaPT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan
Ekbis
Bupati Klaten Hamenang Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita
News
sumut24.co MedanDinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara (Sumut) memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot) kebakaran
Umum
Kabar Gembira bagi Warga Pesisir Labuhanbatu, Bobby Nasution Targetkan Pengaspalan 16 Km Jalan pada 2027
News