Senin, 19 Oktober 2026

Dr Poppy dan Dr Sutiarnoto Dikukuhkan Sebagai Guru Besar USU

Administrator - Jumat, 26 November 2021 14:09 WIB
Dr Poppy dan Dr Sutiarnoto Dikukuhkan Sebagai Guru Besar USU

MEDAN | SUMUT24 Wakil Rektor (WR) III Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan dikukuhkan menjadi guru besar tetap ke-175 USU dan Dr Sutiarnoto menjadi guru besar tetap ke 174 di Auditorium USU, Jumat (26/11). Rektor USU Dr Muryanto Amin mengatakan, dewan guru besar merupakan role model untuk memberikan pemikiran dan menciptakan produk ilmiah sesuai kompetensi di bidangnya masing-masing. “Guru besar bertugas mengembangkan dan memberi contoh program pembelajaran yang inovatif, menghasilkan kolaborasi riset dengan kualitas publikasi internasional bereputasi dan memiliki hak cipta yang berkompeten dihirilisasi dan komersialisasi,” ujar rektor. Rektor berharap, Prof Dr Sutiarnoto SH M.Hum dari Fakultas Hukum dan Prof Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan SSi MSi Apt dari Fakultas Farmasi dapat memajukan publikasi inovasi dan pengabdian kepada masyarakat. “Pidato pengukuhan yang disampaikan oleh dewan guru besar yang dikukuhkan memiliki urgensi ilmu pengetahuan dalam menciptakan inovasi penting. Kami menunggu ide kreatif dan inovatif untuk semangat memberi manfaat bagi kemanusiaan,” tuturnya. Dalam pengukuhan tersebut, Prof Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Potensi Daun Bangun-bangun sebagai suatu Kearifan Lokal dalam Pengembangan Obat Kanker Payudara”. Poppy menjelaskan bahwa kanker payudara merupakan penyebab utama kematian wanita. Lebih dari setengah penderita kanker payudara terdapat di negara berkembang. Oleh karena itu, usaha penemuan obat baru yang aman dan selektif perlu untuk dilakukan. “Indonesia memiliki obat tradisional dan herbal yang telah digunakan secara turun temurun, ini perlu dilakukan pengujian. Trend masyarakat yang back to nature memotivasi para peneliti untuk mencari obat kanker dari senyawa alam karena kenyaaannya belum ada obat kanker yang benar-benar selektif,” ucapnya. Tanaman Bangun adalah tanaman asli yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara. Bangun-bangun merupakan tanaman obat yang digunakan sebagai sayuran karena dapat meningkatkan kuantitas ASI dan mempercepat penyembuhan pasca melahirkan oleh masyarakat Batak sejak ratusan tahun. “Perlu ada kajian lebih lanjut mengenai efek daun ini pada sistem hormon yang kemungkinan besar memiliki keterkaitan dengan progresivitas kanker payudara,” ujarnya. Sementara itu, Prof Sutiarnoto menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul “Kepentingan Negara Berkembang dalam Sistem Penyelesaian Sengketa WTO Studi Kasus Indonesia”. (C04)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Prof M Abdiyanto Pimpin Padepokan Agung Tunggal Roso Nuswantoro, Ajak Semua Pihak Bersatu Dukung Program Pemerintah
Merdang Merdem 2026, Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Rawat Keberagaman
TGB Ahmad Sabban Terpilih Jadi Mudir Jatman Sumut 2026-2031, Rektor UnPab HM Isa Indrawan Jadi Rois
Cak Munir Lantik Pengurus PWI Sulsel 2026–2031: Pers Tak Akan Mati, Jurnalistik Akurat Tetap Utama
Peduli Kesehatan Warga, Lurah Sidodadi Hendra Kurniawan Turun Langsung Bagikan Masker di Jalan HM Yamin
Semarakkan HUT Golkar, DPD Partai Golkar Padangsidimpuan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Doorprize Hingga Bagi Sembako
komentar
beritaTerbaru