Senin, 19 Oktober 2026

Ketika Cafe Bantaran Sungai Ular Rata Dengan Tanah, Ini Kata Darwis

Administrator - Rabu, 17 November 2021 11:49 WIB
Ketika Cafe Bantaran Sungai Ular Rata Dengan Tanah, Ini Kata Darwis

Deliserdang I Sumut24.co Belasan cafe yang berada di bantaran sungai ular kecamatan beringin kabupaten deliserdang satu persatu mulai dibongkar, Rabu (17/11). Bangunan permanen yang sebelumnya digunakan masyarakat untuk usaha sekaligus tempat tinggal mereka akhirnya rata dengan tanah setelah satu unit alat berat jenis becho memporak porandakan bangunan tersebut. Puluhan personil dari satuan polisi pamong praja(satpol pp) yang di pimpin Plt kasatpol pp Darwis Mahadi Sianipar S,STP, M,AP dibantu dengan personil kepolisian sukses mengeksekusi setiap bangunan tanpa kendala. Menurut Darwis kegiatan ini dilakukan sesuai dengan dengan peraturan Daerah Kabupaten Deli Serdang no 7 tahun2015 tentang Trantibum. Serta perda DS no 6 tahun 2011 tentang perizinan tertentu. Kami mendapat laporaln dari masyarakat bahwa keberadaan cafe telah mengganggu ketrtiban umum, untuk itu kita harus melaksanakan tugas penertiban tentunya sesuai dengan aturan katanya. Disinggung masalah lokasi berdirinya bangunan yang disinyalir milik Balai wilayah sungai Sumatera II (BWS) kami melaksanakan Tugas sesuai pelanggaran yg kami temukan.terlepas itu dari milik bwss tambahnya.

Baca Juga:

Ditempat terpisah stap bwss Tina Naibaho mengatakan bahwa kami tidak pernah memberi izin kepada masyarakat untuk mendirikan bangunan dan mengusahai lahan kecuali utk kepentingan pemerintah.

Pembongkaran cafe-cafe tersebut juga menjadi perhatian masyarakat sehingga masyarakat berduyun-duyun menyaksikan satu persatu cafe tersebut dibongkar.

Sebelumnya diketahui keberadaan cafe sudah beberapa kali di demo masyarakat setempat khususnya warga Desa Sidodadi dan Karanganyar Beringin .menurut masyarakat setempat bahwa keberadaan cafe sangat meresahkan masyarakat karena selain jualan miras disinyalir ada praktek prostitusi .Akan tetapi salah seorang pemilik cafe bernama Romo membantah bahwa apa yg dituduhkan masyarakat tidak benar. Kami hanya jualan tuak pak dan rumah ini kami numpang sekaligus tempat tinggal kami.kami tidak punya rumah dan kami sudah mohon kepada pihak pihak bwss agar kami numpang selagi tidak digunakan oleh pemerintah.tapi nyatanya kami di perlakukan tidak manusiawi oleh pemerintah. Selain satpol pp, Camat Beringin Wahyu Rismiana STTP didampingi Kasi Trantib Nurmala siringo-ringo,Kasi Pemerintahan Mansur Pasaribu ,Kasi Kebersihan M.Naibaho dan sekretaris kecamatan ikut hadir dalam proses eksekusi bangunan.RED

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
BAKOPAM SUMUT BAGIKAN MASKER DAN SEMBAKO KEPADA WARGA TERDAMPAK KABUT ASAP KARHUTLA
Brigjen TNI Fadjar Beserta Rombongan Satgas PRR Sumut -Aceh Kunjungi Titik Jalan longsor Pasca Bencana Di Kab Pakpak Bharat
Hari Kedua HUT Pemkab Labuhanbatu, Bupati Didampingi Pj Sekda Kunjungi Stand Milik Pemerintah Desa
Wakil Bupati Asahan Resmi Tutup PORKAB KORPRI 2026, Semangat Olahraga Jadi Energi Pelayanan Publik
Prof M Abdiyanto Pimpin Padepokan Agung Tunggal Roso Nuswantoro, Ajak Semua Pihak Bersatu Dukung Program Pemerintah
Merdang Merdem 2026, Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Rawat Keberagaman
komentar
beritaTerbaru