Selasa, 20 Oktober 2026

Siswi SMAN Sempat Lumpuh Divaksin Sudah Ditangani Dinkes Kota PSP

Administrator - Kamis, 28 Oktober 2021 08:06 WIB
Siswi SMAN Sempat Lumpuh Divaksin Sudah Ditangani Dinkes Kota PSP

P Sidimpuan I Sumut24.co Seorang Siswi SMA Negeri Kota Padangsidimpuan,Nurul Zaskya Kawatu (15) yang sempat mengalami kelumpuhan setelah disuntik vaksin COVID-19 seperti yang diberitakan di beberapa media beerapa hari yang lalu kini telah ditangani oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan.

Baca Juga:

Sopian Subri selaku Kadis Kesehatan Kota Padangsidimpuan menjelaskan bahwa tadi sudah di periksa dokter spesialis syaraf di RS Metamedika dan sudah dilakukan fisiotherapi untuk merangsang kembali syaraf di bagian pipinya.

“Tadi sudah di lakukan fisiotherapi di RS Metamedika oleh dr. Ratih Rustamti, Sp. N”, ucap Sopian Subri saat hubungi melalui pesan singkat.

Terkait dengan perkembangan Nurul, Sopian Subri juga menjelaskan bahwa setelah dilakukan penanganan sudah ada perubahan dari yang sebelumnya ada rasa sakit di wajahnya sekarang sudah tidak ada lagi dan pipi yang miring juga sudah ada perubahan.

Saat ditanyai awak media terkait gejala yang dialami oleh Nurul, Kadis Kesehatan Kota Padangsidimpuan mengatakan bahwa itu adalah gejala Bell’s palsy. Bell’s palsy adalah kelumpuhan pada otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah tampak melorot. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba, namun biasanya tidak bersifat permanen.

Biasanya Penderita Bell’s palsy akan mengalami peradangan pada saraf wajah, sehingga otot wajah menjadi lemah dan bentuk wajah menjadi berbeda. Kondisi ini diduga terkait dengan infeksi virus atau beberapa penyakit, seperti infeksi telinga bagian tengah dan penyakit diabetes, Ungkap Sopian Subri.

“Bell’s palsy dapat dialami oleh siapapun, namun lebih sering terjadi pada orang-orang berusia 15 hingga 60 tahun”, ujarnya.

Dan saat ditanyai mengenai dokter yang merawat Kadis Kesehatan mengatakan bahwa dr. Ratih Rustamti, Sp.N yang merawat, dimana dokter ini merupakan Dokter spesialis neurologi. Dokter khusus dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf, termasuk otak, otot, saraf tepi, dan saraf tulang belakang di RS Metamedika.

Kita akan terus pantau perkembangannya, tadi juga dokter menyarankan agar Nurul melakukan fisioterapy 2 x seminggu. Kita berharap doa dan dukungan semua pihak agar Nurul cepat sembuh, tutupnya.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolresta Deli Serdang
Pergatsi Sumut Usulkan Gateball Masuk Popnas, Siap Tuan Rumah Kejurnas 2027
Momentum Haornas Menumbuhkan Semangat Olahraga dan Pola Hidup Sehat 
Sarang Narkoba Gang Nasional Digerebek Pengedar Diringkus, Barak Narkoba Dibumi Hanguskan
Ka. SPI Perumda Tirtanadi Bantah Berita di Medsos Adanya Temuan BPK 170 Paket "Emergency"
Rico Waas dan Komisi IV DPRD Medan Bahas Banjir, Parkir, PBG hingga Kebutuhan Mobil Damkar
komentar
beritaTerbaru