Sempat Bergumul Polrestabes Medan Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung
Sempat BergumulPolrestabes Medan Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung
News
MEDAN I Sumut24.co
Baca Juga:
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengonsolidasikan seluruh rumah sakit yang ada di daerah ini, untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus kematian karena Covid-19 dan ketersediaan tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR). Diketahui, angka kematian saat ini sekitar 3,3%, sedangkan BOR sudah melampaui 60%.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat memimpin rapat koordinasi terkait penanganan Covid-19 dengan Rumah Sakit se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (4/5).
“Angka kematian harus diturunkan. Untuk itu, sinergi antar-rumah sakit dan pihak terkait sangat diperlukan. Makanya saya kumpulin bapak-bapak sekalian, untuk bertukar pikiran, untuk mengatasi ini kita juga harus bergandengan tangan,†kata Gubernur.
Mengenai BOR, Gubernur akan menyiapkan cadangan isolasi apabila diperlukan. Serta mengharapkan agar penanganan pasien tidak tertumpuk di satu tempat, melainkan tersebar di sejumlah rumah sakit yang tersedia.
Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging Satgas Covid-19 Provinsi Sumut Restuti Hidayani Saragih mengatakan, ada faktor yang menyebabkan peningkatan angka kematian dan ketersediaan kamar isolasi. Antara lain, faktor penerapan protokol kesehatan masyarakat. “Penerapan protokol kesehatan adalah faktor dari eksternal rumah sakit,†katanya.
Menurut Restuti, saat ini semakin banyak varian virus Covid-19. Untuk itu, penyekatan wilayah diperlukan guna membatasi mobilitas warga, terutama saat libur Lebaran.
Direktur Operasional Rumah Sakit Murni Teguh Jong Khai mengatakan, kapasitas kamar di rumah sakit tersebut untuk isolasi Covid-19 sudah penuh. Karena itu, Ia mengharapkan sinergi antar-rumah sakit guna mengantisipasi pasien yang tidak tertampung. Sehingga seluruh pasien Covid-19 dapat ditangani dengan baik.
Direktur Utama Rumah Sakit Haji Adam Malik Zainal Safri mengatakan, kematian yang tinggi bisa disebabkan oleh keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit. “Ada pasien yang datang ke rumah sakit memang yang kondisinya sudah berat, ada juga kiriman dari luar Kota Medan,†ujar Zainal
Ia mengusulkan ada sebuah grup atau tim besar dari berbagai rumah sakit yang berisikan bermacam dokter spesialis mulai dari paru-paru hingga penyakit dalam. Gunanya untuk saling membantu dalam menangani pasien yang kritis dan membutuhkan pertolongan segera
Sempat BergumulPolrestabes Medan Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Komisi Informasi Sumatera Utara memberikan Anugerah Kategori Kabupaten Informatif(KI) bagi Pemerintah Kabupaten
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero memperluas ekspansi jejaring bisnis ke kawasan Amerika Latin dan Karib
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau lokasi rencana pembangunan dan perbaikan jalan serta drainase di
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Kependudukan dan Penc
News
120 Siswa Ikuti Kegiatan Tahfiz AlQur&rsquoan, Muhammad Syukur Harahap MA Tekankan Cinta AlQur&rsquoan
News
Taiwan Excellence Hadir di AEON Mall BSD, Ajak Konsumen Indonesia Kenali Inovasi Teknologi Taiwan Lebih Dekat
News
Tapanuli Selatan DPD Partai Golkar Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengisi peringatan Hari Ulang Tahun ke62 dengan rangkaian kegiat
News
Dinas Kominfo Sumut Sabet Predikat Informatif,Puncaki Keterbukaan Informasi OPD Pemprov Sumut
News
Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace dan Tegaskan Komitmen Penanganan Krisis Iklim
News