Senin, 06 Juli 2026

Wabah Pandemi di Gebang Menimbulkan Korban Jiwa, Dinas Kesehatan Dinilai Lamban

Administrator - Sabtu, 01 Mei 2021 13:37 WIB
Wabah Pandemi di Gebang Menimbulkan Korban Jiwa, Dinas Kesehatan Dinilai  Lamban

 

Baca Juga:

Langkat l SUMUT24

Kecamatan Gebang mencekam, Kamis malam 29 April 2021 salah seorang Warga Kelurahan Pekan Gebang, Kecamatan Gebang,Langkat, Sumut berinisial B salah seorang guru meninggal dan di kebumikan malam hari dengan memakai APD di bawa dengan mobil Ambulance dengan kondisi peti jenazah sudah terbungkus rapi .

Dugaan sementara meninggalnya B di duga adalah akibat wabah pandemi Covid – 19.

 

Info yang di rangkum dari salah seorang aparat yang ikut sewaktu penguburan jenazah me ngatakan, Pemakaman menggunakan APD , jenazah di turunkan dari mobil ambulance di bungkus dalam peti janazah, sayapun hanya bisa melihat dari jarak jauh, kita khawatir dan jaga jarak, Jelas nya, Jum, at ( 30/4/2021) sekira pukul 11.00 Wib.

 

Menurut informasi yang berkembang di masyarakat terkait wabah pandemi sudah meresahkan masyarakat Gebang, tidak hanya B sebelum nya di Desa Paluh Manis ada 3 orang yang meninggal , satu di antara pejabat desa itu, Berlanjut pada tanggal 27 April 2021 orang nomor satu di Gebangpun jabatan nya sudah di PLT kan.

 

Terkait hal ini dr.Sri Williem Br.Sembiring ketika di kompirmasi terkait kebenaran info tersebut lewat Whatsupp mengatakan, terkait kasus meninggalnya seorang warga, Tolong bahasanya jgn gt. Saya saja msh terus nelfon anggota dewan…kades..pihak rumah sakit…jd abang jgn ngomong gitulah. Kamipun sibuk dari kemaren ngurusi warga yg meninggal covid. Saya blm ada terima hasil labnya Jd saya tdk bs kasih info. maaf saya lagi detelpon kadis kesehatan.

Terkait hal ini AKP Rikson Sinaga, SH Kapolsek Gebang ketika di kompirmasi mengatakan, Untuk pejabat di Gebang saya belum dapat kabar. Sebelum nya sewaktu Kades Paluh Manis meninggal setelah keluar hasil dari rumah sakit baru kita tau penyebab meninggal karena Covid – 19, Tutur AKP Rikson Sinaga, SH.

 

Syafi’i Anggota DPRD Langkat ketika di konpirmasi terkait mewabahnya pandemi di Gebang seperti enggan berkomentar dan tidak mau menanggapi permasalahan yang jadi perhatian dunia saat ini, namun Syafi’i berucap, Sebelum Suami nya duluan yang terkompirmasi Covid – 19, menyusul istrinya ( pejabat di Gebang), Pungkas Syafi’i.

 

Aneh, tindakan yang berarti dan layak harus di lakukan dalam menseterilkan lingkungan dan orang terdekat korban agar jangan ada korban lagi menurut informasi yang berkembang belum di lakukan dinas terkait, wajar saja kekhawatiran akan mewabah nya Covid – 19 ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Gebang Kabupaten Langkat, jika sejauh ini Pemkab Langkat c/q Dinas Kesehatan belum ada mengambil sikap yang signifikan, pada hal korban yang meninggal sudah ada dan yang di rawatpun juga ada.

 

Sebelumnya dalam satu bulan sebelum Ramadhan Puskesmas Gebang sudah melakukan vaksin terhadap Kepala Desa dan Staf beserta Kaur Desa / Lurah.Di dahului oleh jajaran Pemkab Langkat dan Camatnya juga di vaksin.

 

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV), jenis baru coronavirus yang pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Pada 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan nama penyakit yang disebabkan 2019-nCov, yaitu Coronavirus Disease (COVID-19).

 

Gejala umum berupa demam ≥38°C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

 

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Seseorang juga bisa terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit. (AYR )

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
Dukung Lahirnya Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun dan Ketua TP PKK Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026
Soal Tudingan Penganiayaan Terhadap Tersangka SH, Ini Penjelasan Kepala BNNK Deli Serdang
Satres Narkoba Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Vape Ilegal Internasional Disalah Satu Hotel di Medan
Wali Kota bersama Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono dan sejumlah kepala daerah menghadiri Pembukaan Sinode Besar 2026 Gereja GPI
komentar
beritaTerbaru