Senin, 06 Juli 2026

Walikota OTT KPK, Ini Kata Gubsu Edy

Administrator - Selasa, 20 April 2021 07:36 WIB
Walikota OTT KPK, Ini Kata Gubsu Edy

Medan I Sumut24.co

Baca Juga:

Rumah Walikota Tanjung Balai HM Syahrial digeledah oleh petugas KPK, dalam penggeledahan tersebut sangat dijaga ketat oleh aparat

Sesuai informasi, kasus yang menjerat HMS diduga jual jabatan untuk pejabat eselon di Pemko Tanjung Balai.

Diketahui, Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial dikabarkan dikabarkan melakukan operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh petugas KPK. Informasi tersebut juga mengungkap Syahrial yang terkena OTT di rumah dinasnya yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Kelurahan Pahang Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, Selasa (20/4/2021).

Dari informasi yang diperoleh, Wali Kota HM Syahrial terkena OTT KPK sekira pukul 05.00 WIB. Belum ada informasi resmi penangkap tersebut. Namun rumah Wali Kota tertutup rapat pada Selasa pagi.  kepolisian dari Polres Tanjungbalai berjaga-jaga dengan senjata lengkap. Sementara beberapa petugas yang mengenakan rompi tersebut KPK dan pejabat Pemko Tanjungbalai berada di lokasi. Sejumlah petugas KPK yang mengenakan rompi lengan puntung berwarna krem ​​dan

Belum diketahui pasti terkait kasus apa rumah Wali Kota Tanjungbalai yang digeledah KPK. 

Di lokasi, setidaknya ada lebih dari tiga orang petugas KPK yang terpantau. Karena pemeriksaan ini tertutup, aparat tidak mengizinkan bagi siapa saja untuk masuk. namun informasi juga didapat bahwa diamankan uang sebanyak Rp 1 Miliar dari mobil avanza.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, belum merespon konfirmasi yang dilayangkan wartawan.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengatakan sudah mendengar kabar OTT Wali Kota Tanjungbalai itu, namun belum melihat perkembangannya saat ini.  “Aku baru dengan kabar barusan ini, belum tau saya apa, belakangan saya salah. Belum ada laporan ke saya, nanti saya cek habis ini,” ujar Gubernur Edy menjawab wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (20/04 / 2021). Meski belum tahu betul kabar OTT, namun Gubernur Edy memberi gambaran bahwa kalau ada asap pasti ada api. “Saya belum tau masalah ini apa gitu ya, belum tau, tapi kalau sudah begitu berarti kan kalau ada asap pasti ada api. Untuk itu nanti saya biar tau dulu ya,” jelasnya. Namun ia mengimbau agar selurun kepala daerah di Sumut taat aturan dan menghindari korupsi. Lebih jelasnya menurut gubernur, aturan harus diikiti dengan benar dari mulai perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, laporan dan pertanggungjawaban. (Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Nusakambangan yang Bersih dan Bayang-Bayang yang Belum Selesai
Telkomsel Raih Pengakuan Employee Experience Awards 2026 Tingkat Pan-Asia
Turnamen Sepak Bola Antar Club se-Sumatera Barat Tahun 2026 Resmi di Buka‎ Bupati Solok.
Silaturahmi Alumni HMI Sumut Se-Jabodetabek, Musa Rajekshah: Saya Bangga Menjadi Bagian dari KAHMI
Kabar Permintaan Damai Rp1,2 Miliar Terdengar, Penyebab Gagalnya Proses Mediasi
Rico Waas Apresiasi Inovasi Camat Medan Deli, Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan
komentar
beritaTerbaru