Senin, 06 Juli 2026

Ini Dia Juara Lomba Cerita Wastra 2021 Tingkat Provinsi Sumut

Administrator - Jumat, 16 April 2021 18:36 WIB
Ini Dia Juara Lomba Cerita Wastra 2021  Tingkat Provinsi Sumut

MEDAN I Sumut24.co

Baca Juga:

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Humbanghasundutan berhasil meraih juara pertama, lomba Cerita Wastra 2021 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Disusul, Nissisisepti dari Tapanuli Utara sebagai juara kedua dan Dekranasda Batubara sebagai juara ketiga sekaligus Favorit.

Pengumuman pemenang lomba dan penyerahan hadiah dilaksanakan di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (16/4). Usai penyerahan piala dan hadiah, dilakukan foto bersama dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina.

“Alhamdulillah, dengan diselenggarakannya lomba ini dapat meningkatkan kebanggaan pemakaian kain tradisional Sumut dan memasyarakatkan kembali wastra daerah kita,” ujar Ketua Dekranasda Sumut Nawal Lubis, saat menyerahkan piala.

Para menenang lomba selanjutnya akan mengikuti kegiatan serupa di tingkat nasional. Melalui lomba Cerita Wastra (kain tradisional) 2021 tersebut, kata Nawal, diharapkan dapat membatalkan kembali cerita-cerita tentang sejarah dan proses dibalik pembuatan berbagai kain tradisional daerah, seperti ulos dan kian songket.

“Kita punya ulos dan kain songket, jangan sampai menciptakan penerus kita tidak tahu akan sejarah ini,” ucap Nawal yang turut didampingi Wakil Ketua Dekranasda Sumut Sri Ayu Mihari.

Ketua Dekranasda Humbang Hasundutan Lidia Kristina Panjaitan yang meraih juara satu, mengharapkan adanya lomba ini semakin banyak menciptakan muda yang mencintai dan bangga menggunakan kain tradisional asal Sumut, khususnya ulos.

“Kita terinspirasi dari ulos yang merupakan budaya Batak. Ulos merupakan warisan Tanah Batak sampai saat ini. Namun dengan berjalannya waktu kita juga, bagaimana anak muda juga bisa suka dan bangga memakai ulos, semoga dengan adanya lomba ini semakin banyak menciptakan generasi muda yang tergerak,” tambahnya.

Dengan nilai budaya yang terkandung dalam ulos untuk kemudian dijadikan beberapa kain, yakni Batik Humbang Hasundutan, Humbang Shibori, Humbang Ecoprint dan Humbang Batiq. Selain itu, berbagai kekayaan alam yang ada di kawasan Danau Toba, juga dapat dimanfaatkan untuk menjadi pewarna alami.

“Kita manfaatkan kekayaan alam yang ada di Danau Toba, kita manfaatkan untuk menjadi pewarna alami, dengan mengusung konsep Zero Waste, kami memanfaatkan bantuan yang ada di Danau Toba, kita ubah menjadi ecoprint, kulit jengkol dan bawang merah juga kita manfaatkan untuk pewarna kain, tambahnya.

Sedangkan pemenang kedua Nisisisepti dari Tapanuli Utara yang mengalami ulos Harangguan dengan pewarnaan alami. Untuk pemenang ketiga dan favorit yaitu kain songket Batubara yang berumur 81 tahun terlihat masih indah dikenakan Ketua Dekranasda Kabupaten Batubara Maya Zahir.

Salah seorang Dewan Juri, Herawati menjelaskan lomba tersebut diikuti oleh 48 orang peserta. Pemilihan pemenang dilakukan berdasarkan kriteria yang memiliki tema yang jelas, sentuhan dan kesadaran wastra untuk menciptakan muda, narasi aku dan kain, cerita wastra dalam kehidupan sehari-hari dan estetika serta komposisi foto. *

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Soal Tudingan Penganiayaan Terhadap Tersangka SH, Ini Penjelasan Kepala BNNK Deli Serdang
Satres Narkoba Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Vape Ilegal Internasional Disalah Satu Hotel di Medan
Wali Kota bersama Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono dan sejumlah kepala daerah menghadiri Pembukaan Sinode Besar 2026 Gereja GPI
RSUD dr. Djasamen Saragih membuka kembali layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan. Cath Lab merupakan ruang tindakan medis canggih dengan tek
Nusakambangan yang Bersih dan Bayang-Bayang yang Belum Selesai
Telkomsel Raih Pengakuan Employee Experience Awards 2026 Tingkat Pan-Asia
komentar
beritaTerbaru