Kamis, 22 Oktober 2026

Cofee Morning Diskominfo- Disdik Sumut, PTM Masih Tahap Pengkajian

Administrator - Selasa, 23 Maret 2021 08:14 WIB
Cofee Morning Diskominfo- Disdik Sumut, PTM Masih Tahap Pengkajian

MEDAN I SUMUT24.co Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) mengalokasikan dana yang cukup besar untuk penanganan Covid 19 di Sumut.

Baca Juga:

Dana itu bersumber dari APBD tahun anggaran 2020/2021. Selain itu, dana tak terduga juga dianggarkan sebesar Rp200 juta yang di dalam APBD tahun 2021.

Hal itu terungkap saat acara coffee morning wartawan dengan anggota DPDR Sumut dari Komisi Abdul Rahim Siregar, Selasa (23/3/2021) di Grand Kanaya Hotel Medan, yang juga dihadiri Kadisdik Provsu Prof Syaifuddin dan Kadis Kominfo Provsu Irman Oemar serta anggota Satgas Cpvid 19 Sumut dr Inke Nadia D Lubis.

Seharusnya dengan anggaran sebanyak itu, penanganan kasus Covid di Sumut sudah harus lebih maksimal. Sementara masalah yang terjadi di Sumut harus bisa cepat teratasi, kata Abdul Rahim. “Ini justru malah sebaliknya. Kasus meningkat semakin meningkat setiap bulannya. Walapun terkadang dalam kurun waktu tertentu”, ujarnya.

Bahkan sebahagian besar daerah di Sumut madih tergolong zona merah, seperti Kota Medan. Namun ada sebahagian masuk zona kuning, oranye dan zona hijau.

Seharusnya, menurut Anggota komisi A DPRD Sumut itu, daerah yang masuk zona hijau (aman) sudah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM).

Pasalnya, selama kencan para peserta didik tingkat TK hingga SLTA yang tidak melakukan PTM, semakin tak terkontrol.

Akibat banyaknya siswa tidak melakukan PTM di sekolah masing-masing, saat ini sudah banyak siswa melakukan hal yang negatif. Seperti bermain di warnet, main badut di jalanan, pergi ke mall mall dan tempat hiburan lainnya sudah jenuh di rumah.

Menurut Abdul Rahim, malah dimasa masa liburan trend Covid semakin meningkat. Ini suatu hal yang sangat aneh. Why dimasa masa hari libur peningkatan covid bisa terjadi. Ini hal yang sangat aneh, ”ujarnya.

 

Ditambahkan anggota Banggar DPRDSU itu, bahwa covid19 benar-benar berdampak bagi masyarakat terkhusus anak sekolah yang membuat biaya bertambah seperti harus membeli android, wifi, paket dan lain sebagainya. Makanya pemerintah harus melakukan gebrakan melakukan pembelajaran tatap muka dengan tetap berpedoman pada prokes yang telah digariskan, ungkapnya.

Jadi dalam pertemuan dengan kalangan wartawan itu, anggota DPRD tersebut menyarankan Pemprovsu sudah seharusnya memberlakukan pembelajaran tatap muka bagi daerah yang aman. Sedangkan untuk daerah yang madih tergolong zona merah masih perlu pengkajian yang mendalam.

Sementara anggota Satgas Covid Sumut dr Inke Nadia D Lubis dalam pertemuan itu mengatakan Pembelajaran tatap muka masih perlu pengkajian mendalam. Baik ditinjau dari kesiapan sekolah, guru dan anak didik.

Sementara itu Kadisdik Sumut Prof Syaifuddin mengatakan, Untuk pembelajaran sekolah tatap muka untuk para peserta didik, walaupun kawasan tersebut sudah zona hijau atau kuning tetap keputusannya ditangan Ketua GTTP Sumut yakni Gubernur Sumatera Utara. Namun tetap berpedoman kepada persyaratan sesuai prokes yang ada, seperti, syarat sanitasi dan kebersihan, seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakan sabun dengan air yang mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan, Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, Kesiapan menerapkan wajib masker, Memiliki thermogun dan lainnya. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
HUT Golkar ke-62: Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
komentar
beritaTerbaru