Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
- Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
- Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
MEDAN I SUMUT24.co Korban penganiayaan pembacokan bernama Go A Sen (61) tahun kembali mencoba mengadukan nasibnya ke Bid Propam Polda Sumut. Setelah pelaku pembacokan larangan penahanannya oleh Polsek Sunggal.
Korban mengatakan, kedatangannya ke Bid Propam Polda Sumut guna mencari keadilan namun tidak mendapatkannya. He di Polda Sumut dan Polsek Sunggal ini belum ditemukan keadilan yang berarti. Menurutnya penyidik ​​belum menerapkan Prediktif, Responsibilitas, Transparan dan berkeadilan (Presisi) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Belum diterapkannya Presisi Kapolri dirasakan oleh Go A Sen pria berusia 61 tahun yang menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh WTS pria yang juga dikenalnya.
Goa A Seng korban penganiayaan dan pembacokan yang diduga dilakukan WTS pada tahun 2017. Setelah berjalan tiga tahun dan berstatus DPO oleh Polsek Sunggal.ketika itu, pelaku akhirnya ditangkap. Namun penahanannya habis-habisan setelah 8 hari berada dijeruji besi kantor polisi disana, tepatnya, dia ditangkap 1 Februari 2021.
Setelah salah, korban pembacokan semakin cemas. Sebab, selama dia berada, pelaku katanya selalu mengancam keselamatan dirinya beserta keluarganya. Atas teror ancaman itu, korban melaporkan laporan ke Polsek Sunggal, tapi tidak ada tindakan oleh Polsek tersebut. Jelasnya.
“Saya kecewa dengan Polsek Sunggal Polrestabes Medan, mengapa alasannya karena setelah tiga tahun DPO. Dia terus meneror saya. Saya lapor ke Polsek Sunggal tapi tidak ditanggapi, saya kecewa kenapa alasannya,” kata Go Asen kepada awak media, di Mapolda Sumut, Senin 8 Maret 2021.
Atas tidak profesional kinerja Polsek Sunggal, warga Jalan Pinang Baris II Gang Bahagia Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal ini mengadukan nasibnya ke Propam Polda Sumut. Dia menganggap Polsek Sunggal tidak profesional atau tidak menerapkan Presisi Kapolri yang baru dilantik.
“Saya melaporkan penyidik ​​Polsek Sunggal yang melaporkan kasus saya ini. Dia saya anggap tidak Presisi,” tuturnya.
Akan tetapi, korban pembacokan yang melakukan perlakuan yang serupa, yang semuanya akan mendapat keadilan ternyata sama katanya. Niatnya untuk melaporkan penyidik ​​Polsek Sunggal ke Bid Propam Polda Sumut kandas dan tidak diterima.
“Saya awalnya datang ke Propam Polda Sumut dan diterima oleh penyidiknya, dia mengarahkan agar saya harus ke Wasidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Akan tetapi setelah saya ke Ditreskrimum, pihak Propam Polda Sumut malah menolak laporan saya. Mereka menyatakan bahwa prosesnya 14 hari setelah saya buat laporan ke Wasidik Ditreskrimum. Akhirnya saya ditolak, Propam Polda Sumut sepertinya belum menerapkan presisi, “ungkapnya.
Korban awalnya berharap agar pelaku diambil dan dijerat dengan pasal yang berlapis, sebab pelaku yang selalu mengancam dirinya dan keluarganya.
“Saya cuma meminta meminta penyidik ​​Profesional dan pelaku pembacokan segera ditangkap,” terangnya.
Kabid Propam Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Donald Simajuntak ketika dikonfirmasi media mengenai laporan pembacokan belum menjawab.
Sebelumnya, korban mengungkapkan, setelah Polsek Sunggal menangguhkan penahan pelaku pembacokan itu. Korban kemudian menjumpai oknum penyidik ​​Bripka JNS, disana dia malahan dibentak dan disuruh pulang. Saat itu penyidik ​​mengatakan bahwa kejadian itu karena penyebab sakit paru.
“Pelaku itu gak ada sakit paru, kami lihat dia sehat-sehat saja dan malah ikut lomba memancing,†terang korban menunjukkan bukti foto pelaku memancing, â€terangnya.
Seperti diketahui, Goa A Seng korban penganiayaan dan pembacokan yang diduga dilakukan WTS pada tahun 2017 lalu. Namun tersangka yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) di Polsek Sunggal, malah malah penahanannya setelah 8 hari menunjukkan.
Peristiwa pembacokan itu terjadi Sabtu 2 September 2017 lalu, sekitar pukul 01.00 Wib dini hari, korban yang saat itu berada di teras rumah tiba-tiba didatangi tersangka yang merupakan tetangganya sendiri.
Tanpa tahu keluar, tiba-tiba saja pelaku mengayunkan samurai ke arah korban. Spontan korban menangkis dengan tangan kirinya, sehingga mengalami luka bacokan parah.
Usai melakukan pembacokan terhadap korban diseputaran kediamannya, WTS langsung melarikan diri. Sementara korban yang terluka parah dibawa ke rumah sakit. Saat itu juga, Istri korban, Gwek Bie mendatangi Polsek Sunggal dan membuat laporan pengaduan dengan nomor STTLP / 869 / K / IX / 2017 / SPKT POLSEK SUNGGAL, Sabtu 2 September 2017.
Namun, sejak laporan di 2017 ITU, WTS langsung kabur dan menjadi DPO polisi. Berkat informasi warga, tepat 1 Februari 2021, tempat persembunyian akhirnya ditemukan di Jalan Brigjen Katamso Gg Datuk.
Goa A Seng mengatakan, 2 hari pasca penangkapan tersangka, dirinya bersama istri, Gwek Bie, serta anaknya Rendy Simargo menerima surat panggilan dari polisi untuk pemeriksaan lanjutan terkait kasus penganiayaan yang terjadi 2017 itu, dengan penyidik ​​Bripka JS.
Beberapa hari kemudian, keluarga korban yang berharap kasus tersebut cepat selesai, tiba-tiba tiba-tiba menolak dengan informasi bahwa tersangka diakibatkan penahanannya setelah 8 hari menunjukkan.
“Saya berharap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kami meminta polisi menangkapnya kembali. Jangan diberikan penangguhan kepada pelaku yang telah membacok tangan saya, “kata Go A Seng, kepada awak media, Senin 22 Februari 2021. (W05)
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
News
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
News
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
News
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
News
HUT Golkar ke62 Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
News
Momen Haru dan Bangga! Ketua MPC Pemuda Pancasila Padangsidimpuan Sambut Danyonif 123/RW dan 450 Prajurit Pulang dari Papua
News
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Kapolres Padangsidimpuan Siap Dukung Pelaksanaan yang Kondusif dan Sukses
News
GEMPAR! Tanker Mongolia Diduga Bawa 2 Ton Sabu ke Belawan, Siapa Aktor di Balik Jaringan Internasional?
News
sumut24.co BELAWAN, Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat jajaran pengurus Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menyambu
kota